Satgas Pangan Polri Temukan 61,18 Ton Minyak Goreng Yang Di Selewengkan

SUL-SEL333 Dilihat

Investigasi bhayangkara Indonesia Makassar. Satgas Pangan Polri menemukan 61,18 ton minyak goreng di wilayah Makassar, Sulawesi Selatan yang tidak sesuai distribusi. Puluhan ton minyak tersebut berasal dari Kalimantan Selatan untuk didistribusikan ke rumah tangga.

Namun, pada pendistribusiannya minyak goreng tersebut justru dialihkan untuk memenuhi kebutuhan industri. Hal tersebut diungkap Kepala Satgas Pangan, Irjen Pol Helmy Santika. Hal itu diungkapkan Helmi di Mabes Polri, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (21/2/2022)

“Di Makassar ada 61,18 ton minyak goreng curah, ini sumbernya dari Kalimantan Selatan dan masuk ke Makassar. Peruntukkannya untuk kebutuhan rumah tangga tapi dialihkan ke industri,” ujar Helmi.

Untuk memastikan penyelewengan distribusi ini, Helmy menyebut pihaknya masih melakukan pendalaman. Khususnya untuk mengetahui motif pelaku dalam mengalihkan minyak goreng dari kebutuhan rumah tangga ke industri.

“Apakah memang ingin mendapatkan keuntungan, atau dia (pelaku) tidak memperhatikan aturan pemerintah tentang DMO atau domestic market obligation yang mana 20 persennya itu untuk bahan pokok,” sambungnya.

Dalam kesempatan yang sama, Wakasatgas Pangan Polri, Brigjen Pol Whisnu Hermawan menjelaskan sebagian besar dari total 61,18 ton minyak goreng tak sesuai distribusi itu telah digunakan oleh industri.

Sementara itu, Whisnu Hermawan mengatakan seharusnya 61,18 ton minyak goreng itu didistribusikan ke pasar tradisional.

Namun pengusaha malah menyelewengkan minyak ke perusahaan dengan harga signifikan.

“Saat ini kasus itu masih kami dalami dan periksa beberapa saksi dari perusahaan tersebut,” jelas Whisnu. (ww)