Satu Orang Pejabat Disdik Kubar Ditetapkan Sebagai Tersangka Dalam Dugaan Korupsi Pengadaan Seragam Sekolah


Investigasi Bhayangkara Indonesia, KUTAI BARAT (Kaltim) | Kasus dugaan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pengadaan pakaian seragam sekolah pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kubar Tahun 2018 memasuki babak baru dengan ditahannya satu orang pejabat Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kutai Barat bersama Direktur PT. Batu Belida Abadi (BBA) setelah ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejaksaan Negeri Kutai Barat.


“Kedua Tersangka langsung dilakukan Penahanan di Rumah Tahanan Polres Kutai Barat selama 20 Hari terhitung sejak tanggal 07 Februari 2022 sampai dengan tanggal 26 Februari 2022,” terang Bayu Pramesti Kepala Kejaksaan Kutai Barat didampingi Kasi Pidsus Iswan Noor dan Kasi Intel Ricki Rionart Panggabean di kantor Kejari, Senin (7/2/2022).


“Berdasarkan alat bukti keterangan saksi, keterangan ahli, surat dan petunjuk telah ditetapkan tersangka atas nama Yakobus Yamon S.Pd M.Si anak Yohanes Massa selaku Pejabat Pembuat Komitmen berdasarkan Surat Penetapan Tersangka Nomor : B-209/ 0.4.19/Fd.2/02/2022 tanggal 07 Februari 2022,” sebut Bayu Pramesti.
“Kedua Brill Abraham Marludi anak Belagoq selaku Direktur PT Batu Belida Abadi (Penyedia) berdasarkan Surat Penetapan Tersangka Nomor: B-208/ 0.4.19/ Fd.2/02/2022 tanggal 07 Februari 2022,” sambungnya.


Menurut Kajari, kedua tersangka sebelumnya menjalani proses penyidikan, atas nama Yakobus Yamon S.Pd., M.Si, anak Yohanes Massa berdasarkan Surat Perintah Penyidikan Kepala Kejaksaan Negeri Kutai Barat Nomor : Print 806/0.4.19/Fd.2/08/2021 tanggal 27 Agustus 2021 jo Nomor: Print- 106/0.4.19/Fd.2/02/2022 tanggal 07 Februari 2022.


Selanjutnya tersangka Brill Abraham Marludi anak Pelagiq menjalani penyidikan berdasarkan Surat Perintah Penyidikan Kepala Kejaksaan Negeri Kutai Barat Nomor : PRINT 806/0.4.19/Fd.2/08/2021 tanggal 27 Agustus 2021 jo Nomor : PRINT-105 /0.4.19/Fd.2/02/2022 tanggal 07 Februari 2022.


Menurut Kajari kedua tersangka diduga dengan sengaja menggelembungkan harga barang hingga merugikan keuangan negara Rp 500 juta lebih pada pengadaan seragam sekolah Tahun Anggaran 2018 Disdikbud Kubar yang menelan dana Rp 5 miliiar lebih.


“Perbuatan tersebut telah merugikan keuangan negara sebesar Rp 522.040.302,50 (Lima ratus dua puluh dua juta empat puluh ribu tiga ratus dua rupiah lima puluh sen ribu tiga ratus dua rupiah lima puluh lima sen),” terang orang nomor satu di Kejari Kubar.


Untuk perbuatannya para tersangka diancam hukuman minimal 5 tahun kurungan 
Sedangkan untuk proyek yang sama TA 2017, Kejaksaan masih melakukan penyidikan namun untuk potensi kerugian negara masih dalam proses pengembangan.


(IBI-Paul)