Sejak Selasa, Kejagung Geledah 2 Lokasi terkait Kasus Jiwasraya

Berita Hari Ini277 Dilihat

Investigasi Bhayangkara Indonesia, Jakarta – Kelanjutan dari proses pemeriksaan, ternyata Kejagung dari kemarin hingga Rabu (4/3) 2020 telah melakukan penggeledahan dua lokasi.

Direktur Penyidikan pada Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus Kejagung Febrie Adriansyah di Gedung Bundar, Kompleks Kejagung, Jakarta Selatan, Rabu (4/302020 mengatakan Kejaksaan Agung menggeledah dua lokasi terkait kasus dugaan korupsi PT Asuransi Jiwasraya (Persero) sejak Selasa (3/3/2020) kemarin hingga Rabu (4/3/2020) hari ini. “Penggeledahan di Jalan Puri Casablanca, yang kedua di Apartemen Raffles (Jakarta Selatan),” ujarnya.

Selanjutnya , Febrie menandaskan siapa tersangka yang terkait dengan penggeledahan tersebut. Sejauh ini pihaknya telah mengamankan sejumlah dokumen dari kedua lokasi itu. “Itu kemarin dengan sekarang, hasilnya masih dokumen-dokumen lah yang dicari,” tandasnya.

Untuk itu, Febrie menjelaskan Kejagung sudah menetapkan enam orang tersangka dalam kasus Jiwasraya. Para tersangka terdiri dari, Direktur Utama PT Hanson International Tbk Benny Tjokrosaputro, Komisaris Utama PT Trada Alam Minera Heru Hidayat, mantan Direktur Keuangan PT Asuransi Jiwasraya Harry Prasetyo. Kemudian, mantan Direktur Utama PT Asuransi Jiwasraya Hendrisman Rahim, mantan Kepala Divisi Investasi dan Keuangan PT Asuransi Jiwasraya Syahmirwan, dan Direktur PT Maxima Integra Joko Hartono Tirto,” jelasnya.

Terkait perkara di perusahaan pelat merah tersebut, Kejagung mengaku sudah memeriksa 144 saksi dan menggeledah 16 tempat. Sejumlah aset para tersangka telah disita maupun diblokir. Berdasarkan perkiraan sementara Kejagung, total nilai aset yang disita sekitar Rp 11 triliun. Penyitaan tersebut dalam rangka pengembalian kerugian negara yang menurut prediksi sementara Kejagung sekitar Rp 17 triliun. (Vecky Ngelo)

Komentar