oleh

Selama 11 Hari Dalam Bulan Agustus 2020, Densus 88 Tangkap 10 Terduga Teroris Di 3 Provinsi

Investigasi Bhayangkara.com- Tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri menangkap 10 orang terduga teroris pada periode 1-1 1 Agustus 2020 di tiga provinsi.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Polri Brigjen (Pol) Awi Setiyono melalui keterangan tertulis Senin(24/8)2020 mengatakan penangkapan terjadi di Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Riau. Seorang terduga teroris anggota Jamaah Islamiyah (JI) ditangkap di Malang, Jawa Timur. “Pada 7 Agustus 2020 telah dilakukan penegakan hukum terhadap satu tersangka tindak pidana terorisme kelompok JI di Malang, Jatim, yaitu saudara AE alias Bagya,” ujarnya.

Selanjutnya Awi menegaskan AE (41) yang berprofesi sebagai karyawan swasta tersebut diduga berperan sebagai kepala, koordinator program, serta pengatur peserta didik di diklat Adira Cakrawala Tasikmalaya. ” AE juga mendistribusikan laporan dari para peserta diklat ke bagian lain di JI serta ke Suriah,” tegasnya.

Untuk itu,Awi menjelaskan l di Jawa Tengah, Densus 88 menangkap tiga tersangka tindak pidana teroris anggota Jamaah Ansharut Daulah (JAD). Pada 8 Agustus 2020, polisi menangkap AW (39) di Semarang. AW sehari-hari berprofesi sebagai wiraswasta. “Keterlibatan (AW), pertama anggota kelompok JAD. Kedua, mengetahui perencanaan pembuatan bom Taufik Ramadani yang ditangkap pada 10 April 2020,” jelasnya.

lebih lanjut, Awi menandaskan di hari yang sama, Densus 88 menciduk seorang mahasiswa berinisial N (26) di Pemalang. Keesokkan harinya, 9 Agustus 2020, giliran terduga teroris berinisial MB (18) yang ditangkap.  Berdasarkan keterangan polisi, keterlibatan N sebagai anggota grup WhatsApp bernama “Kejujuran dalam Beragama”. Sementara, MB berperan sebagai admin di grup tersebut. Namun, Awi tidak memberi informasi lebih lanjut terkait grup WhatsApp tersebut,’ tandasnya..

Seiring dengan itu, Densus 88 menangkap enam terduga teroris di Riau yang juga disebut sebagai anggota kelompok JAD. Terduga teroris pertama berinisial N (35) yang ditangkap di Siak, Riau. N bekerja sebagai pedagang es keliling.

Awi membeberkan, N bergabung dengan kelompok Azumar alias Maulana yang telah ditangkap 21 Juni 2020. Kemudian, N juga disebut mengetahui pembuatan bom berjenis Threeaseton Threeperoksida (TATP) oleh kelompok Azumar serta akan melakukan serangan. “Kemudian yang ketiga, akan bertindak selaku pengantin saat melakukan amaliyah bom bunuh diri dengan target gereja yang ada di Riau,” bebernya.

lebih lanjut, Awi mengungkapkan selain N, lima terduga teroris lainnya ditangkap di Kampar, Riau, pada 11 Agustus 2020. “Kelimanya terdiri dari S (28), S (40), TJ (30), LWCB (32), dan TW (26),” ungkapnya..

Jadi, Awi menambahkan , kelimanya meminjamkan barang maupun uang kepada N serta menyembunyikan N. Para tersangka dijerat Pasal 15 jo Pasal 7 dan Pasal 13 huruf C UU Nomor 5 Tahun 2018 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme (UU Antiterorisme) dengan ancaman pidana penjara paling lama seumur hidup,” tambahnya..(Vecky Ngelo)

Komentar

News Feed