oleh

Selamat Datang TKA di Bumi GERBANG EMAS

Investigasi Bhayangkara Indonesia, Sabtu, 18/07/2020 Gorontalo Utara Hampir sepekan ini terus dihebohkan dengan kedatangan Tenaga Kerja Asing

yang didatangkan dari Negeri Tirai Bambu oleh PT. Gorontalo Listrik Perdana untuk pembangunan konstruksi PLTU SULBAGUT-1 (2 x 50 MW)

arus penolakan dilakukan oleh berbagai aliansi, ada yang bersatu pada barisan ALIANSI BAR-BAR

yaitu gabungan dari beberapa lembaga BEM Universitas, dan organisasi cipayung yang ada di Gorontalo

yang telah melakukan aksi demo di DPRD Provinsi Gorontalo beberapa hari lalu,

ada juga yang bersatu di barisan ALIANSI PARLEMEN JALANAN gabungan beberapa LSM dan Lembaga Bantuan Hukum yang ada di Gorontalo

yang rencananya akan melakukan penyampaian pendapat dimuka umum nanti.

 

menariknya, ada juga BARISAN HULONDALO BERSATU yang di nakhodai oleh Arter Gobel dan Supanto Patingki yang setuju atas masuknya TKA,

mereka adalah grup pemuda yang bertempat tingggal di dapil pembangunan PLTU SULBAGUT-1 (2 x 50 MW)

kelompok mereka dengan tegas mengucapkan Selamat Datang TKA di daerah GERBANG EMAS, saat diwawancarai oleh

awak media, Arter Gobel mengatakan ; saya sangat bersyukur ada investor yang memilih daerah kami menjadi sasaran pembangunan

Proyek Strategis Nasional, menurutnya masyarakat Gorontalo Utara harus menyambut ini dengan kegembiraan,

GORUT sebagai daerah agraris industri sekaligus sebagai etalase perikanan modern 10 tahun akan datang,

tentunya membutuhkan pasokan listrik yang memadai dan PLTU adalah jawabannya, yang harus kita ingat bersama adalah

PLTU merupakan investasi masa depan Gorontalo Utara, yang harus kita dukung sebagai alternatif besar untuk ketersediaan lapangan kerja di 25 tahun akan datang,

PLTU akan menyerap tenaga kerja maka secara otomatis angka pengangguran di GORUT akan berkurang tutur Arter,

 

TKA yang datang pasti sudah memenuhi semua persyaratan untuk masuk di Negara kita, saya pernah menjadi TKA di Negeri Jiran Malaysia selama 10 tahun,

kalau tidak memenuhi persyaratan masuk ke satu Negara pasti ditolak oleh imigrasi, saya juga yakin TKA yang didatangkan oleh pemberi kerja

memiliki kualifikasi dan spesifikasi kerja ahli untuk mengerjakan yang tidak bisa dikerjakan oleh pekerja lokal,

PLTU SULBAGUT-1 (2 x 50 MW) adalah investasi swasta dengan nilai 2,7 Triliun tentunya ini bukan pekerjaan kecil dan tidak main-main.

investor memilki target yang harus di capai agar PLTU ini segera dinikmati oleh masyarakat Gorontalo Utara, hal ini harus

kita syukuri bersama tambah Arter.

 

lanjut Arter ; Kita sebagai masyarakat GORUT harus lebih realistis dan objektif dalam membuat media relations,

saya mengajak semua public relations dan kelompok intelektual di daerah GERBANG EMAS ini untuk berpikir masa depan GORUT,

mari kita berikan pemahaman kepada masyarakat, kita semua harus lebih bijak, Jika ada hal-hal yang dianggap tidak berkesesuaian

mari kita bangun diskusi cerdas, semuanya pasti ada solusi kata Arter dengan santun.

 

ditempat yang sama Supanto Patingki menambahkan, menurutnya bahwa proyek yang dibangun saat ini adalah kebutuhan kita semua,

siapa sih yang tidak butuh listrik ? tanya SP dengan senyum khasnya, yang harus diingat adalah PLTU akan menjadi

sentral tersedianya pasokan listrik yang memadai, kedepan saya optimis listrik kita tidak akan mati-mati lagi,

kehadiran PLTU juga akan menjadikan GORUT sebagai kabupaten yang akan berkembang pesat, ucap supanto

 

Kami BARISAN HULONDALO BERSATU juga, akan memperjuangkan sekaligus mengaspirasikan masyarakat lokal agar diakomodir menjadi pekerja di PLTU Tanjung Karang,

kami punya visi utama yaitu “Selamat Datang Tenaga Kerja Asing, Sejahtera Tenaga Kerja Lokal untuk GORUT Maju”. kami akan memberikan

masukan saran kontruktif kepada perusahaan, kontribusi pemikiran itu akan kami sampaikan secara tertulis kepada pimpinan PT.GLP,

langkah yang akan kami tempuh yaitu persuasif, komunikatif dan edukatif.

 

diakhir wawancara dengan awak media, Supanto Patingki mengapresiasi Pemerintah Provinsi Gorontalo yang melakukan langkah cepat

dengan mengadakan Rapat FORKOPIMDA Provinsi dengan FORKOPIMDA Kabupaten yang dilaksanakan di Kabupaten Gorontalo Utara

sebagai daerah sasaran masuknya TKA yang akan di Pekerjaan oleh Pemberi Kerja pada pembangunan PLTU SULBAGUT-1 Tanjung Karang,yang

kemudian ditindaklanjuti dengan pertemuan lanjutan dalam rangka pembentukan Tim Sosialisasi kedatangan Tenaga Kerja Asing yang dilaksanakan

pada tanggal 16/07/2020 di Ruang Kerja Asisten II Provinsi Gorontalo.semoga dengan adanya tim sosialisasi terpadu ini

masyarakat GORUT akan menerima informasi secara utuh, mari kita ajak masyarakat GORUT untuk berpikir lebih terbuka tutup Supanto. [ r.a. yakusa ]

Komentar

News Feed