Silatuhrahmi Kapolda Sumsel bersama Awak Media Polda Sumsel dan Polrestabes Palembang

SUL-UT184 Dilihat

Investigasibhayangkara.com Sumsel-Palembang

Menyikapi kegiatan ilegal drilling di Musi Banyuasin (Muba) yang menimbulkan dampak luar biasa terhadap aspek lingkungan seperti sulitnya dipadamkan api, kekeringan, flora dan fauna dilokasi banyak yang mati.

Kapolda Sumsel, Irjen Pol Drs Toni Harmanto MH mengatakan, pihaknya telah empat kali melakukan rapat Forum Group Diskusi (FGD) dengan stakeholder dan pimpinan kepala daerah dalam rangka penertiban sumur minyak ilegal yang ada di Kabupaten Muba.

“Kita sudah melakukan berbagai upaya termasuk sosialisasi,” ujarnya usai kegiatan diskusi bersama wartawan Polda Sumsel dan wartawan Pokja Polrestabes Palembang di Bukit Golf Resto and cafe di Jalan AKBP Cek Agus, Kecamatan Ilir Timur (IT) I Palembang, Rabu (27/10).

Jendral Bintang dua tersebut menjelaskan, bahwa sejauh ini sudah ada 998 sumur minyak ilegal yang ditutup oleh polisi. Dalam operasi itu, ia tak menyangkal banyak mendapatkan penolakan dari pelaku ilegal itu sendiri.

“Langkah hukum adalah langkah terakhir yang kita ambil guna penertiban sumur minyak ilegal yang ada di beberapa wilayah di Sumsel termasuk di Muba sendiri,” katanya.

Dalam kegiatan diskusi bersama wartawan turut dihadiri oleh beberapa Pejabat Utama (PJU) Polda Sumsel Dirintelkam Polda Sumsel Kombes Pol Ratno Kuncuro, SIK, Kabid Humas di Wakili Kasubbid Penmas Bid Humas Polda Sumsel Akbp Iralinsah, SH dan Kapolrestabes Palembang, Kombes Pol Irvan Prawira Satyaputra, SIK, M. Si. Selain itu kegiatan ini berjalan sesuai dengan protokol kesehatan dan menerapkan 5M.(Amru IBI)