Sopir Keluhkan SPBU Pasar Bungo

Jambi189 Dilihat

Investigasi bhayangkara Indonesia com BUNGO– Antrian panjang terjadi di SPBU jalan Rang Kayo Hitam pasar Muaro Bungo .kabupaten Bungo Propinsi Jambi. Puluhan mobil terlihat antri menunggu untuk pengisian bahan bakar minyak (BBM) jenis solar.Bahkan untuk mendapatkan solar demi melanjutkan perjalanan ke masing – masing tujuan sopir truk maupun pribadi begitu sabar menunggu kedatangan solar.
Pandangan seperti ini di SPBU pasar Bungo ini hampir terjadi setiap hari mulai dari waktu subuh hingga lepas tengah hari.
” Kejadian seperti ini hampir setiap hari terjadi,alasan pihak karyawan SPBU keterlambatan mobil angkutan BBM tersebut,” ungkap sopir truck yang mengaku dua jam lebih menunggu kedatangan BBM jenis solar.
Menurutnya kalau tidak antri dari subuh,bisa saja tidak kebagian BBM jenis solar tersebut,maka biar Berjam -jam menunggu lebih baik daripada sama sekali tidak dapat BBM solar.
Menurut pria yg tidak mau nama nya di sebutkan tapi ciirinya indentik berkumis ini kebutuhan BBM solar ini patut dipertanyakan ,kalau pihak karyawan mengatakan keterlambatan angkutan mobil petamina,tentu tidak mengurangi stock BBM untuk kebutuhan masyarakat Bungo.
” Sebelum diminta tentu sudah diperkirakann atau diajukan sesuai kebutuhan,anehnya cepat sekali dibilang habis,diduga pihak SPBU ada memenuhi kebutuhan selain melayani pengisian kendaraan roda empat,” pungkasnya.
Sementara pantauan di lapangan antrian panjang baik kendaraan pribadi dan truck begitu sabar menunggu. Ada yang terlihat menunggu di dalam dan ada yang keluar mobil.
Di tempat terpisah AIDIL FITRI SH selaku Ketua Umum Lembaga Pengawasan dan Investigasi Tindak Pidana Korupsi (LPI TIPIKOR) RI ikut prihatin atas kejadian yg terjadi antrian yg membuat sopir antrian berjam- jam seperti di SPBU di jln orang kayo hitam di pasar Bungo kabupaten Bungo propinsi Jambi ini, Aidil meminta kepada pihak yg terkait dalam hal ini Pertamina bagian pengawasan untuk Turun ke SPBU tersebut untuk melakukan investigasi apa penyebabnya kalau ada indikasi pelangaran ini harus di tindak tegas sesuai dengan Undang – undang yg berlaku dan memberikan sangsi. Supaya hal seperti ini tidak terjadi lagi imbuh Aidil.