oleh

Stok Sembako di Subulussalam Cukup 7 bulan ke Depan

Investigasi Bhayangkara Indonesia, Subulussalam – Musibah pandemi virus corona yang kini menerpa dunia mengakibatkan stabilitas global terguncang. Selain menimbulkan tumpahnya korban jiwa, bencana virus corona ini juga turut berdampak terganggunya kondisi psikis masyarakat.

Wabah virus corona yang bermula dari Kota Wuhan, Provinsi Hubei, Tiongkok sejak januari lalu itu kini juga merebak ke sejumlah negara-negara. Selain merenggut korban jiwa, akibatnya juga menggangu segala aspek lini perekonomian dan lini sosial.

Beberapa negara yang terdampak saat ini secara serius turut melakukan upaya penanganan virus corona baru covid-19, termasuk Indonesia yang sudah positif corona bahkan hingga menyerang salah seorang pejabat tinggi negara yakni Menteri Perhubungan, Budi Karya Surmadi dan terbaru juga telah menerpa Wali Kota Bogor, Arya Bima.

Terkait meningkatnya kasus warga Indonesia yang positif terpapar corona seiring pula muncul pula desakan kepada Presiden Joko Widodo agar melakukan lockdown guna menghindari meluasnya penyebaran virus corona covid-19 seperti halnya yang dilakukan oleh sejumlah negara-negara lain.

Untuk setiap bulannya kebutuhan beras di Subulussalam itu mencapai 100 ton, jadi saat ini stok beras kita yang ada yaitu sebanyak 760 ton, jadi cukup untuk tujuh bulan ke depan.

Mulai dari pemerintah pusat, provinsi hingga daerah telah melakukan berbagai cara untuk mengantisipasi ancaman covid-19 di daerah masing-masing termasuk perhatian terhadap stabilitas perekonomian masyarakat.

Seperti yang dilakukan baru-baru ini oleh Pemerintah Kota Subulussalam yang mengimbau warganya untuk tidak berbelanja kebutuhan bahan pokok secara berlebihan.

Sebagaimana imbauan tersebut dibuat melalui Surat Edaran Pemerintah Kota Subulussalam Nomor 440/120 beserta beberapa poin imbauan lainnya. Pemerintah Kota Subulussalam memastikan bahwa ketersediaan kebutuhan bahan pokok di pasar terjamin dan terkendali.

Menyikapi gencarnya informasi yang beredar secara liar di media sosial yang belum tentu dapat dipertanggungjawabkan kebenaranya, untuk itu diminta kepada masyarakat supaya tidak khawatir secara berlebihan sehingga akibatnya berniat untuk membeli kebutuhan bahan pokok guna distokkan sebagai perbekalan.

“Kita akan awasi itu. Jangan sampai ada yang bermaksud untuk menstok bahan-bahan pokok. Apabila itu terjadi maka nantinya akan berdampak terhadap terganggunya stabilitas di tengah-tengah masyarakat,” kata Wakil Wali Kota Subulussalam, Salmaza pada saat memimpin rapat pembentukan tim gugus pencegahan dan penanganan corona pada Rabu, 18 Maret 2020 beberapa hari yang lalu.

Oleh karena itu, Pemerintah Kota Subulussalam meminta kepada masyarakat untuk tetap tenang dan tidak perlu menyikapi secara berlebihan, namun tetap waspada dan diimbau kepada masyarakat untuk dapar mentaati arahan-arahan pemerintah.

Berkaitan dengan hal tersebut, Wali Kota Subulussalam, Affan Alfian Bintang bersama Wakil Wali Kota, Salmaza langsung mengecek gudang Bulog Subulussalam guna memastikan ketersediaan beras, Sabtu, 21 Maret 2020.

Wali Kota Subulussalam, Affan Alfian menerima penjelasan Kepala Bulog, Jhon Parningotan Hasibuan bahwa stok beras di gudang Bulog Subulussalam saat ini mencapai 760 ton yang diperkirakan cukup untuk kebutuhan selama tujuh bulan ke depan.

“Untuk setiap bulannya kebutuhan beras di Subulussalam itu mencapai 100 ton, jadi saat ini stok beras kita yang ada yaitu sebanyak 760 ton, jadi cukup untuk tujuh bulan ke depan,” kata Parningotan.

Dijelaskan bahwa beras Bulog bisa juga dibeli oleh masyarakat yakni melalui usaha Rumah Pangan Kita (RPK).

“Kalau di wilayah Subulussalam ada dua titik RPK kita yaitu, usaha dagang beras milik Pak Masri dan usaha beras Abang Adek,” ucap Parningotan saat memberikan penjelasan kepada Wali Kota Subulussalam, Affan Alfian Bintang.

Selepas melakukan pengecekan beras di gudang Bulog, Wali Kota Subulussalam bersama jajarannya melanjutkan monitor ke pasar harian Subulussalam guna memantau stabilitas harga bahan pokok di pasar. ( Laporan Korwil Aceh – Bahruddin Berutu )

 

Komentar

News Feed