oleh

Surat Letter C Desa Milik ES Di Ragukan Ke Absahannya

Semarang. Investigasi Bhayangkara Indonesia, com.
Sebidang tanah leter C atas nama ES yang berada di Desa Patemon, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, sangat diragukan keabsahannya terutama dalam hal kepemilikannya diragukan.
Sebab ES yang tinggal di Kabupaten Boyolali saat diwawancara awak media, mengaku tidak memiliki sebidang tanah yang ada di Desa Patemon, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang.

Namun, tanah seluas kurang lebih 14 Ha, yang dulunya milik PT. NAA di desa Patemon, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, tiba tiba sudah ada surat tanah dengan bukti surat leter C di lokasi tersebut, atas nama ES dan telah diperjualbelikan.
Ketika dikonfirmasi di rumahnya, ES sendiri mengaku, dulunya hanya  bekerja sebagai Kepala Security dan kemudian di angkat menjadi Kepala Bagian Umum di perusahaan tersebut (di PT. NAA), lalu tiba tiba menjadi tuan tanah, dengan memiliki tanah puluhan hektar di lokasi yang dulunya digunakan untuk aktifitas kegiatan usaha PT NAA, di desa Patemon, yang sudah hampir 35 tahun tidak berpenghuni. Tapi tiba-tiba sudah muncul berkas surat tanah Letter C desa atas nama ES.
“Saya dulu bekerja sebagai karyawan di PT. NAA hanya sebagai Kepala Security lalu diangkat sebagai Kepala (Bagian) Umum. Jadi Saya tidak punya tanah seluas itu di sana, tanah itu milik PT. NAA,” jelas ES saat di temui awak media di rumahnya di Boyolali beberapa waktu lalu.
Terkait kepemilikan bukti dulu pernah bekerja di PT. NAA, dijelaskan oleh ES, bahwa data yang dimiliki sudah ditarik semua oleh pihak perusahaan saat dirinya di PHK kala itu.
“Saya tidak bisa menunjukan bukti bahwa saya pernah bekerja di PT. NAA, karena sudah ditarik semua saat di PHK,” tandas ES.
Puji Rahayu, Kades Patemon, Kecamatan Tengaran saat di konfirmasi terkait proses surat leter C atas nama E.S tersebut menjelaskan, bahwa semua berkas surat Letter C kepemilikan tanah tersebut sudah ada ketika dirinya menjabat sebagai Kepala Desa Patemon, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang. Jadi terkait informasi dari manapun tidak dianggap.
“Kalau Saya, informasinya seperti apa, Saya tidak mau tahu. Yang Saya tahu ya dari C desa (surat Letter C, red) itu sudah atas nama Pak Eko. Dan Pak Eko itu minta surat C Desa dengan surat permohonan.
Pak Eko itu dulunya seperti apa Saya tidak mau tahu. Tanahnya itu dari mana Saya juga tidak mau tahu. Saya tahunya ya surat C Desa itu,” jelas Puji Rahayu, Kepala Desa Patemon kepada awak media di kantor desa Patemon, Kamis (19/11/3020).

Disampaikan juga oleh Puji Rahayu, bahwa dugaan adanya proses jual beli yang terjadi atas tanah yang semula milik PT. NAA dan kemudian tercatat atas nama ES tersebut adalah sepengetahuan dan atas persetujuan pihaknya sebagai Kepala Desa Patemon, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang.

“Ya proses transaksi jual beli itu Saya tahu. Karena Saya kuasa jualnya, sesuai Surat Permohonan yang diajukan,” ungkap Puji Rahayu.

Pada hari yang sama, ketika akan dikonfirmasi ulang di rumahnya di Boyolali, ES tidak mau menemui, hanya istrinya yang keluar menemui dengan mengatakan tanya saja sama pak Edi, salah seorang pengacara yang juga pernah disarankan oleh Lurah Patemon saat awal ketemu dengan awak media di kantor desa Patemon.
“Tanya aja sama pak Edi” tegas istri ES singkat, pada awak media di depan rumahnya di Boyolali Kamis (29/11/2020)

(Syailendra/tim)

Komentar

News Feed