Tanamkan Nilai Budaya Pada Generasi Muda, Pemprov Banten Gelar Festival Seni Budaya

BANTEN276 Dilihat

Investigasi Bhayangkara Indonesia| Serang- Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten menggelar Festival Seni Budaya yang diikuti para pelajar SMP dan SMA/SMK se-Provinsi Banten. Tujuannya, mengoptimalkan penanaman nilai-nilai budaya dan sejarah Banten kepada para generasi muda.

“Kegiatan ini merupakan internalisasi, sebagai upaya menanamkan seni budaya kepada para pelajar. Dan ini juga sebagai bukti bahwa Banten mempunyai keanekaragaman seni budaya,” ungkap Al Muktabar pada sambutannya yang dibacakan oleh Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Provinsi Banten Deni Hermawan saat Membuka Festival Seni Budaya Tingkat Provinsi Banten Tahun 2023, di SMAN 02 Kota Serang, Jl. Raya Pandeglang, Km 05, Karundang, Cipocok Jaya, Kota serang. Senin, (20/03/2023).

Dikatakan, di era globalisasi dan teknologi yang terus berkembang, internalisasi budaya Banten sangat penting dilakukan. Selain sebagai upaya dalam melestarikan budaya, tapi juga sebagai upaya dalam mempertahankan identitas budaya Banten.

“Kita memiliki budaya yang beragam. Jangan sampai identitas itu hilang dari anak-anak kita sekarang,” bacanya.

Ditambahkan, kegiatan yang dijadikan sebagai upaya dalam pembinaan seni ini diharapakan tidak hanya dilihat dari nilai seni nya saja. Tetapi, harus pula mampu menghilangkan kesenjangan sosial sebagai upaya pembangunan di Provinsi Banten.

“Dari sini kita ketahui bahwa kita harus memastikan anak ini memiliki tongkat estafet kebudayaan yang harus terus ditingkatkan. Dan hal itu merupakan sebagai pembangunan manusia di Provinsi Banten,” ungkapnya.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Banten Tabrani menyatakan bahwa pengembangan seni dan budaya ini merupakan muatan lokal yang bisa dikembangkan dari segi kurikulum dan silabus. Sedangkan pelaksanaannya disesuaikan dengan kemampuan masing-masing sekolah.

“Terkait muatan lokal seni budaya, sebenarnya terdapat 3 muatan lokal pokok yakni rampak bedug, silat dan membatik. Tapi hal itu bisa disesuaikan dengan kemampuan sekolahnya,” jelas Tabrani.

Sehingga, menurut Tabrani Pemprov Banten juga memfasilitasi para pelajar disabilitas dengan memberikan hak-hak mereka dalam menanamkan seni budaya.

“Di kalangan anak sekolah menjadi bagian yang harus dilakukan penyebarluasannya dan kelembagaannya. Dan itupun kita lakukan pada anak-anak kita yang ada di SKH,” ungkapnya.

Menurutnya, dengan penanaman nilai-nilai seni budaya pada pelajar di Provinsi Banten mampu menciptakan prestasi baik.

“Dan mari kita jadikan ini ajang untuk menampilkan prestasi anak-anak kita. Sehingga kedepannya bisa melenturkan susana hati kita,” pungkasnya.

Sebagai informasi, festival Seni Budaya Tingkat Provinsi Banten Tahun 2023 diikuti oleh 20 peserta tingkat SMA/SMK dan 20 peserta tingkat SMP dari Perwakilan Kabupaten/Kota se-Provinsi Banten. (YG).