oleh

Tangani Pasien Corona, 32 Tenaga Medis di Papua Positif

Investigasi Bhayangkara Indonesia.Com

Tenaga medis di masa Pandemic Covid-19 sangatlah beresiko, bukan saja bagi diri sendiri tetapi juga bagi keluarga tercinta.

Berdasarkan data yang dirilis Satgas Covid-19 Papua, sejak 17 Maret 2020 hingga hari ini, di laporkan sebanyak 32 tenaga medis di Papua yang Positif Covid-19.

“Paling banyak itu di kota Jayapura, data yang saya peroleh ada 26 tenaga medis di kota Jayapura yang sudah positif covid-19, “Kata Jubir Satgas Covid-19 Papua, Dokter Silwanus Sumule kepada Pers, Sabtu (23/05/20).

Selain di kota Jayapura, Sumule mengaku ada beberapa tenaga medis di kabupaten lain yang positif, diantaranya kabupaten Mimika 3 orang, Merauke 2 orang dan di Kabupaten Jayawijaya 1 orang.

“ Tenaga medis yang positif ini ada yang dokter, ada perawat, dan ada juga bidan, saat ini yang masih di rawat semuanya dalam keadaan baik, status sakit ringan sampai sedang, “Kata Sumule.

Sumule juga mengaku bila dari jumlah 32 tersebut, ada 3 tenaga medis yang sudah sembuh, “Puji Tuhan sudah ada 3 yang sembuh dan yang lainnya juga kondisinya makin membaik, “Ujar Sumule.

Sumule menjelaskan kebanyakan dari para tenaga medis yang tertular virus corona ini berasal dari pasien yang tidak jujur dengan kondisi medis mereka.

“Ini yang kami sayangkan karena banyak pasien yang datang berobat tapi tidak jujur kepada tenaga medis kalau mereka pernah kontak dengan pasien positif atau dengan PDP, akhirnya para tenaga medis juga ikut tertular, “Jelas Sumule.

Selain itu menurut Sumule, ada juga beberapa tenaga medis yang tertular karena perlengkapan APD yang di pakai tidak sesuai dengan standar penanganan pasien Covid-19.

“ Itulah resiko kami sebagai tenaga medis, tapi mau tidak mau, siap tidak siap, kami harus tetap bekerja, karena untuk itulah kami ada, kami hanya berharap semoga wabah corona ini cepat berlalu agar kamipun bisa segera berkumpul dengan keluarga kami,”Papar Sumule.

Pasalnya, menurut Dokter Sumule banyak tenaga medis yang hinga kini tidak bisa bertemu dengan keluarga mereka lantaran harus menjalani isolasi mandiri.

“bukan karena positif mereka mengisolasikan diri, tapi itu adalah standar protokol kesehatan penanganan pasien covid-19 di dunia, ketika kami menangani kasus pasien positif di ruang isolasi kami sangat rentan untuk tertular, guna menghindari penyebaran ke orang lain maka kami harus mengisolasikan diri selama masih menangani pasien positif, “Beber Sumule.

Dirinya pun berharap kepada semua warga di Papua agar terus memberikan dukungan kepada para petugas medis yang telah berjuang menyelamatkan nyawa orang lain dengan resiko yang tinggi.

“Bukan hanya nyawa kami tenaga medis yang terancam, namun juga nyawa keluarga kami, untuk itu kami mohon dukungan doa dari semua warga papua, semoga kami tim medis covid-19 di berikan kesehatan, kekuatan dan kesabaran dalam bertugas, “Pungkas Sumule. //Jhon R

Komentar

News Feed