oleh

TATAP MUKA KAPOLDA PAPUA BERSAMA TOKOH MASYARAKAT, TOKOH AGAMA, TOKOH ADAT, KETUA KETUA KERUKUNAN DAN PAGUYUBAN SERTA UNSUR MUSPIDA DI WILAYAH KABUPATEN MIMIKA

TATAP MUKA KAPOLDA PAPUA BERSAMA TOKOH MASYARAKAT, TOKOH AGAMA, TOKOH ADAT, KETUA KETUA KERUKUNAN DAN PAGUYUBAN SERTA UNSUR MUSPIDA DI WILAYAH KABUPATEN MIMIKA

Jayapura – Pada hari Senin tanggal 22 Juni 2020, Pukul 19.30 Wit bertempat di ruang pertemuan restoran Hotel Cenderawasih 66 Timika telah dilaksanakan tatap muka Kapolda Papua bersama segenap Tokoh Masyarakat, tokoh Agama, Tokoh Adat, ketua ketua Kerukunan dan paguyuban serta unsur Muspida yang ada di wilayah Kabupaten Mimika.

Hadir dalam kegiatan:
Kapolda Papua Irjen Pol. Drs. Paulus Waterpauw, Wakil Bupati Mimika Johanes Rettob, Kabidkum Polda Papua AKBP Guntur Agung Supono, SIK. M.Si, Kapolres Mimika AKBP I Gusti Gdw Wra Adinata.SIK, Dandim 1710 Mimika Letkol Inf. Pio L Nainggolan. SE, Kakesbangpol Petrus Lewa Koten. SH. MSi, Wadanyon B Brimob Pelopor Polda Papua AKP Ramadona. SIK, Ketua KKSS Samsudin, Sekjen KKJB sdr. Hendro, Abdul Rahman Se sek um KKSS, Hengki Binur Ketua Binpora, Ketua FKUB Ignatius Adii, Ketua FKDM Luky Mahakena dan Muspida Kabupaten Mimika.

Uraian Kegiatan:
Pukul 19.28 Wit kegiatan dibuka dengan sambutan dari Wakil Bupati Mimika John Rettob dalam sambutan nya menyampaikan terima kasih atas kehadirannya dalam acara tatap muka dengan Kapolda papua. Kita bersyukur karena bapak bapak semua dalam keadaan sehat dan di Timika saat ini dalam kondisi yang aman.

Situasi saat ini dalam masa Adaptasi hidup yang baru, karena situasi Covid sehingga kita baru dapat bertemu disini. Tadi siang kami hadir sama sama hadir di Polres dalam rangka Press Release dengan berupaya membasmi Miras Lokal yang kita ketahui bersama bahwa akibat miras lokal ini banyak menimbulkan masalah di Timika.

Sudah dijelaskan oleh Kapolres Mimika bahwa ada Sebanyak 6.600 iter miras yang didapatkan dan telah dimusnahkan bersama sama dan ada yang tengah diproses karena membuat Miras Ilegal.

Selama pandemi ada pembatasan sosial dan angka kriminal ada berkurang namun Tidak boleh lengah dan kita mau menuju ke kondisi hidup yang lebih baik. Diharapkan bapak tokoh masyarakat yang hadir disini bisa menyampaikan kepada komunitas masyarakat nya masing masing agar kita sama sama menatap hidup yang baru dan bersama sama menjaga kamtibmas.

Sampai hari ini tingkat penularan di Timika masih ada namun tingkat penyembuhan lebih banyak dan mencapai 72 persen dan yang positif masih pada angka 1 koma sekian persen saja artinya kondisi sedikit telah membaik maka kita menyesuaikan untuk menuju kehidupan yang baru.

Mungkin ada yang tanya kenapa penerbangan sudah dibuka dan ini harus dipahami dengan baik karena termasuk usaha ekonomi yang saat ini masih buka tolong sampaikan agar semua patuhi anjuran Pemerintah yang kita sudah putuskan yaitu kita beraktifitas dari jam 07.00 sampai dengan 19.00 wit saja, sosialisasikan terus dan bapak bapak jadi corong di masyarakat.

pukul 19.36 Wit Kapolda Papua Irjen Pol. Drs. Paulus Waterpauw dalam kesempatan nya mengatakan bahwa terima kasih saya sampaikan kepada kita semuanya yang sudah hadir dan saya disini didampingi Kabidkum, Pak Dandim dan Kapolres serta pak Kakesbangpol.

Hormat saya sampaikan karena semua saat ini sedang fokus hadapi pandemi Covid 19 dan kita tetap untuk stay at home, Work from home kita lakukan phisical dan sosial distancing yang mana kita tentu sudah pahami namun kewajiban kita sebagai pemimpin dan tokoh maka kita hadir melengkapai satu sama lain sehingga kita hadir bertatap muka disini malam ini.

Bapak dan saudara sekalian singkat saja sebagaimana yang sudah disepakati dengan bapak Gubernur Papua sudah ada benerapa tahap menuju hidup normal dan kami di Provinsi akan terus dikoumnikasikan dan ditindaklanjuti di daerah.

Dalam rangka menghadapi pandemi Covid 19 di Papua ini yang mana semula dicemoohi terkait upaya kita yang sedikit keluar jalur namun akhirnya kondisinya sekarang ini kita sudah rasakan adanya peningkatan penyembuhan dan terus dilakukan upaya upaya dan yang Meninggal Dunia juga masih sangat minim di banding penyembuhan.

Apresiasi tim kerja pandemi Covid-19 para dokter kita dan medis yang luar biasa sudah bekerja dengan baik, saya ingin sampaikan bahwa presiden kita sudah menyampaikan melonggarkan PSBB agar kita mampu membangun ekonomi Indonesia dan bisa pulih kembali, itu harapan bapak presiden jadi keadaan saat ini ada sedikit pengendoran atau kelonggaran.

Ada pendapat para pakar bahwa kita tidak perlu takut dan dalam kecemasan kita perlu bangkit dan mempunyai semangat untuk melawan corona ini yang sebelumnya kita agak tegang dan mempengaruhi psikologis kita karena dampak dari ini blm ada vaksin dan diperkirakan tahun 2021 baru bisa ada ditemukan oleh badan WHO.

Juga pakar kita Ibu Fadila Supari menyampaikan bahwa kita tidak perlu terlalu takut yang penting ingat protokler Kesehatan, yang juga ingin saya sampaikan tentang keadaan kita, syukur aman dan terkendali dan itu mahal harganya karena kita bayangkan dengan kejadian yang lalu sehingga itu pentingnya kita hadir disini.

Kepada semua tokoh kita adalah Pemimpin artinya kita tidak kemana mana tapi kita ada dimana mana dan kita harapkan kita harus kerja keras untuk jaga situasi ini. saya ingin kita lakukan apa yang diharapkan oleh bapak presiden untuk menjaga kondisi ini.

Blusukan itu penting sekarang ini dan akan banyak yang kita ketahui di masyarakat dan salah satu yang kita lakukan adalah razia miras dan masyarakat hanya bisa mengeluh namun kalau kita duduk sebentar maka mereka akan bicara apa masalah mereka.

Waktu yang baik ini mari kita jalan door to door dan saya juga tidak suka dengan pengawalan pakai foreder. Karena yang dikeluhkan adalah pengawal pengawal yang dibelakang itu. Saya maksudkan Bahwa kesempatan sekarang kita blusukan untuk lihat masalah yang ada di masyarakat.

Dulu saya asumsikan miras diambil dari pohon enau tapi sekarang lain cukup ambil Gula pasir dan Pernipam dicampur dengan air kotor dan dipermentasi kemudian diambil uapnya karena kalau gunakan air bersih tidak jadi.

Kita harus menyeberang sungai hingga temukan di hutan hutan, belakang kuburan sana mungkin karena air dari rembesan kuburan masuk dalam bahan air kubangan tersebut dan sangat kotor faktanya seperti iitu.

Saya mau sampaikan silahkan bapak bapak bersatu padu karena kita ada tanggung jawab moral dan saling bantu. Ini kita diskusikan dan sosialisasikan kepada masyarakat dan bapak datangi mereka dan ajak untuk hentikan kerjaan itu.

Saat ini kita sedang proses kasus kerusuhan di Jayapura Wamena da Timika dan sudah diputus untuk 7 orang yang dianggap sebagai aktor dalam kerusuhan itu dan mereka belokkan sebagai korban Politik padahal mereka itu adalah pelaku dan aktor kerusuhan.

Tanggal 17 kejadian di surabaya saya sudah ada disana dan saya paham apa yang mereka rencanakan dan mereka bersinergi yaitu AMP bersepakat merencanakan aksi. Ini yang memiliki link dengan KNPB dan ULMWP dan mereka ini jalan terus dan ada tokoh tokoh formal yang dukung mereka tokoh formal dan tokoh agama ada yang jadi pendukungnya.

Tanah yang dijanjikan Tuhan ini ada Suatu kalimat yang pernah diaampaikan oleh leluhur kita bahwa barang siapa yang bekerja baik ditanah ini maka dia akan melihat satu tanda heran ke tanda herang yang lain.

Negara Indonesia sudah ada aturan dan kepatutan yang harus dijalani dan diikuti. Mereka bisa besar karena ada yang ingkar janji. Boleh ktiris jika ada tindakan kekerasan aparat tapi kita juga harus melihat apa masalahnya.

Kita kebanyakan di daerah lain kalau saja ada anggaran yang dialihkan sedikit saja mau jadi apa jika ada yang ingkar janji kecuali negara tidak membangun, yang di persoalkan HAM kita sudah bicara dan bawa mereka rapatkan dengan berbagai pihak.

Kita lihat kasus Istaka Karya bagaimana mereka bantai manusia yang diikat sangat sadis sehingga kita juga perlu melihat kondisi psikologis dari para korban ini. Sama dengan pembantaian di Wamena ada 7 orang dalam satu keluarga diambil dimasukkan dalam rumahnya baru dibakar hidup hidup Namun justru diputar balik faktanya. Kita bisa buktikan dengan fakta fakta kejahatan yang mereka lakukan.

Kalau terdakwa yang 7 orang di Kaltim ini bukan kasus politik tapi mereka adalah yang melakukan tindakan melawan hukum positif dan mereka lakukan permufakatan jahat karena mereka luapkan emosi mereka.

Ada yang manfaatkan momentum ini untuk mengambil keuntungan dan ada agen agennya disini. Kami tidak masuk dalam rana politik tapi kami dalam penegakan hukum pidana dan mereka itu pelaku tindak pidana dan mau melawan hukum negara dan lari ke Makar sebagai akumulasi cerita panjang itu dengan manfaatkan isu rasis di Malang dan Surabaya kemudian mau manfaatkan rasis di Amerika untuk jadikan fakta bahwa inilah kejadian pembantaian di Papua. Keputusan yang ringan mungkin ada pertimbangan tertentu secara politis dan kita harus hormati itu.

Kami juga sudah buat diskusi di Hotel Aston dari pagi sampai sore terkait upaya politisasi atau Penegakan hukum yang kita lakukan dan mereka sebenarnya paham hal ini.

Kita cermati perjuangan mereka kalau angkat tangan kirinya apa maknanya, tanya kami yang tahu maka beritahukan mereka stop kalau dengar sepihak saja. Ajak kami bicara karena kami bicara dari hulu sampai muara bukan langsung dimuara saja. Tanyalah kami karena kami yang tahu ceritanya dimana kita harus obyektif jadi kami harus luruskan hal ini.

Bapak bapak yang dari Pemimpin Nusantara agar jika ada masalah mohon diserahkan pada kami dan mohon tenangkan masyarakat biar kami yang tangani jangan berhadap hadapan karena mereka menunggu hal ini.

Kami tahu juga banyak korban dari nusantara namun tetap kita percayakan kepada aparat untuk kami tangani dengan baik. Kalau di masa pandemi ini ada kesulitan ekonomi kalau tidak dikelola dengan baik maka akan berlanjut masuk ke masalah keamanan dan jika masalah keamanan tidak dikelolah baik maka selanjutnya akan masuk ke masalah politik.

Ada UU No 9 tahun 1998 yang mengatur tentang Kemerdekaan menyampaikan pendapat di muka umum dan sudah diatur norma normanya. Disilahkan menyampaikan aspirasi dan wajib untuk menyampaikan pemberitahuan kepada Polri dalam waktu 3 x 24 jam untuk dikonfirmasikan siapa penanggung jawabnya, kapan waktunya, alat apa saja yang akan digunakan, berapa pesertanya, siapa siapa Korlapnya dll karena harus ada yang bertanggung jawab.

Pemberitahuan bisa dengan surat tertulis, bisa lewat kantor Pos atau bisa gunakan WA namun nantinya pasti diundang untuk diklarifikasi terkait syarat syarat itu tadi. Dibuka ruang tapi ada rambu rambu kadang kadang adik adik kita tidak mau ikuti rambu rambu itu.

Kejadian di surabaya pada tanggal 15 Agustus 2019 dalan rangka memperingati perjanjian New York Agrimen mereka ajukan surat pemberitahuan dan diterima namun ketika ingin diklarifikasi mereka tidak mau patuhi aturan itu. Dari mereka Ada istilah tentang waktu Papua. Penanggung jawab tidak mau isi, itu tidak bisa harus ada yang bertanggung jawab tiba tiba tanggal 15 mereka sudah duduk di jalan dan akhirnya baku lempar di jalan hingga ada yang luka luka.

Setiap ada aksi harus ada yang mengatur karena disitu ada kepentingan warga yang lain dan ada kepentingan umum disitu. saya sependapat setiap orang ada hak tapi ada syarat syaratnya yang juga harus dipatuhi.

Kalau mereka sudah lengkapi maka justru mereka akan dikawal dan diamankan tapi ada juga yang memang mau arahkan massa besar dan tidak peduli dengan syarat itu. Biasanya yang tidak taat akan dibubarkan dan yang jadi masalah jika dibubarkan akan terjadi perlawanan dan akan lari membakar membunuh menganiaya merusak dll maka disitu ada hukum krn yang dilakukan adalah tindak pidana.

Siapa saja yang melakukan perbuatan melawan hukum maka akan diminta pertanggung jawaban hukum atas perbuatannya. Yang bersama sama, ikut serta yang menyuruh melakukan maka diantara mereka ada yang menyuruh melakukan untuk melawan pemerintahan negara.

Penegakan hukum bagi kita adalah langkah terkahir. Kalau ada penembakan maka bahwa yang harus kita pahami adalah bahwa kewenangan yang diberikan oleh negara kepada aparat jika terpaksa harus dilakukan dalam rangka membela diri.
Saat ini ada kelompok yang mengaku kelompok kaum muda Papua disana ada masalah karena memiliki intelektual dan sudah sekolah dan mereka sudah interaksi dengan kaum muda di seluruh dunia tapi tidak memahami seperti apa yang kita bicarakan saat ini.

pukul 20.25 Wit tokoh Masyarakat Amungme Markus Timang menyampaikan bahwa, P2MAPT organisasi baru ini dalam lingkup 7 kabupaten di Pegunungan tengah sekitar, 3 tahun terakhir dibentuk atas rekomendasi Gubernur dan wakil Gubernur Papua dan sudah di SK kan dari Mentri Dalam Negeri yang mantan Kapolri pak Tito dan setuju jalankan progran kami.

Saya mau sampaikan pada semua unsur muspida bahwa kami disini punya motto Adat ada pilar Adat diatas kemuadian ada pilar agama ketiga pilar Hukum Negara NKRI karena kami hidup dari lindungan 3 pilar ini.

Jika ada aksi aksi demo dan aspirasi yang akan menyampaikan aspirasinya saya akan persilahkan untuk sampaikan aspirasi karena kita sudah 75 tahun merdeka 17 Agustus besok. Rakyat Indonesia sudah cetuskan UU reformasi dan UU Ham silahkan Masyarakat atau kelompok kelompok organisasi dan elemen yang kompoten untuk sampaikan aspirasi secara jujur dan bermartabat asalkan jangan lakukan kriminal dan anarkis yang akibatkan masyarakat jadi buta ini saya sampaikan dalam konteks Kabupaten Mimika bukan daerah lain kalau ada yang anarkis wajib ditindak sesuai hukum yang berlaku.

Kedua ttg persuasif kemanan lingkungan warga kalau mau lakukan penertiban miras layanan konsumsi masyarakat silahkan. Miras ini kan ada nilai persentase alkoholnya 5 sampai dengan 12 dll oleh karena pelayanan miras itu sampai diakar rumput keluarga saya yang blm punya uang belum pakai baju tali bisa beli minuman keras dari mana dia dapat uang itu, Kita punya PR rumah tangga tugas kita kenapa kalau yang kadar alkohol tinggi itu yang buat kerusuhan bakar dan curi ancam aniaya ini perlu ada penegakan hukum yang tegas.

Perda miras ini sudah lama tapi belum diterapkan di daerah ini dan saya sudah bosan dengan hal ini sampai saya sudah tua. Ketiga kalau ada hal atau akibat sehingga fatal bagi rakyat kita harus koreksi diri kita dan harus kita duduk kembali lagi.

Jayapura, 23 Juni 2020

Komentar

News Feed