oleh

Terapkan New Normal di Kota Jayapura, Rustan Saru : Kita Belum Siap..!

Investigasi Bhayangkara Indonesia.com
Ketua gugus tugas penanganan Covid-19 kota Jayapura, Rustan Saru mengatakan saat ini kota Jayapura belum siap seutuhnya untuk menjalankan protokoler New Normal.

“ Memang untuk New Normal Kita kota jayapura belum siap seutuhnya, tapi saya berharap bisa kita lakukan, kita mulai dulu dari pola-pola penanganan kita, diantaranya kita buka secara bertahap aktifitas ekonomi kita, termasuk minggu depan itu sejumlah fasilitas umum seperti pangkas rambut, salon, Mall sudah bisa buka, tapi bertahap ya.., “Kata Rustan Jumat (05/06/20).

Rustan mengaku untuk menerapkan status New Normal memerlukan banyak syarat yang harus di penuhi, bukan hanya dari aspek perkembangan penyebaran virus corona yang meningkat atau menurun, tetapi juga melihat aspek lain seperti ekonomi, budaya, keamanan dan aspek lainnya.

“Masyarakat kita saat ini belum siap.., kita berharap dalam masa perpanjangan PSDD yang di relaksasi ini, sosialisasi protokoler New Normal akan terus kami sampaikan, sehingga saat kurva penyebaran kita menurun dan flat kita sudah bisa terapkan New Normal, “Ungkap Rustan.

“ Sambil sosialisasi protokoler kesehatan New Normal kita laksanakan, kita akan buka fasilitas yang selama ini ditutup, seperti tempat ibadah, sekolah, PNS kembali bekerja, semua bertahap sambil kita juga terus memantau grafik perkembangan kasus covid kita, “Beber Rustan.

Dirinya mengaku dalam sepekan kedepan grafik peningkatan kasus positif di kota Jayapura masih akan naik, pasalnya hingga kini masih banyak sampel swab warga yang reaktif rapid belum di PCR.

“Masih akan naik ya.., saat ini saja masih ada 300 san sampel swab warga yang rapid nya reaktif belum di PCR, belum lagi rapid masif yang saat ini masih terus kita lakukan di kota jayapura, “ujar Rustan.

Persoalan lainnya, menurut Rustan ketatnya protokoler kesehatan New Normal yang juga harus di dukung dengan pengawasan yang ketat dan melibatkan banyak petugas.

“Sekarang persoalannya adalah apakah warga jayapura sudah sanggup menerima protokol kesehatan yang ketat itu…? belum lagi SDM petugas kita yang harus mengawal pelaksanaan protokol kesehatan, seperti di Mall, toko, pasar, itu membutuhkan banyak orang untuk mengawasinya, “Tukas Rustan.

Sementara itu Jubir Gugus tugas C-19 Kota Jayapura, dr. Ni Nyoman Sri Antari mengatakan bila saat ini pihaknya mulai kewalahan menampung pasien positif di kota Jayapura, pasalnya kapasitas Rumah sakit sudah tak mampu lagi menampung pasien covid.

“Dari 384 pasien positif kita, ada 132 pasien kita yang di Rumah sakit,  159 yang kita rawat di Hotel sahid, dan ada 6 yang isolasi mandiri, Yang kami rawat di rumah sakit itu yang status sakitnya sedang sampai berat, sementara yang di Sahid itu yang sakit ringan, “Kata dr.Nyoman.

Gugus tugas kota Jayapura juga sudah tidak lagi menampung warga yang hasil rapid nya reaktif di hotel, namun di sarankan untuk melakukan isolasi mandiri di rumah.

“ Awalnya kan semua warga yang rapid reaktif itu kita isolasi di sahid, namun karena pasien positif kita terus bertambah sementara kapasitas Rumah sakit sudah penuh, maka saat ini yang positif sakit ringan kita rawat di sahid sedangkan yang rapid reaktif itu sebagian di diklat kotaraja dan sebagian lagi kita minta untuk isolasi mandiri, “Jelas dr. Nyoman.

Dokter Nyoman mengaku hingga kini ada sekitar 352 warga dengan status rapid reaktif yang menjalani isolasi mandiri di rumah.

“ kami berharap mereka yang isolasi mandiri ini benar-benar tidak keluar rumah selama menunggu hasil swab nya di PCR, “Pintah dr.Nyoman. Rilis Jhon R IBI Papua

Komentar

News Feed