Investigasi Bhayangkara Indonesia.com — Kota BANJAR — ( 28/01/2026 )Sudah bertahun tahun warga di Kelurahan Bojong Kantong Kecamatan Langensari Kota Banjar, khusus nya warga di lingkungan Bojong sari merasakan aroma menyengat dan bau dari kotoran burung yang berasal dari Gedung Walet yang berdiri dekat pemukiman.
Tercemar nya udara dan lingkungan tersebut di rasakan oleh warga, sudah lebih dari dua tahun bahkan sudah banyak warga yang menderita atau terkena penyakit Infeksi Saluran Pernapasan ( ISPA ) serta Penyakit Kulit seperti gatal gatal dan lain nya .

Merasa keluhan dan protes nya tidak pernah mendapatkan tanggapan atau respon dari Pengelola burung Walet tersebut , RABU ( 28/1/2026 ) warga yang terdiri dari tiga lingkungan RT 02, 03 dan 04 wilayah RW 03 Kelurahan Bojong Kantong kompak mendatangi Gedung Walet tersebut.
” Kami tidak pernah meminta apapun terhadap Pengusaha burung Walet itu tapi tolong kita saling dalam hal kebersihan, ini lingkungan udah resah, banyak penyakit “. ujar ECY (44 th ) tokoh warga dari lingkungan RT 04/03 ini .
Gedung Walet yang berlokasi di sebelah barat Pasar Langkap Kelurahan Bojong Kantong ini menurut informasi yang di dapat pemilik nya adalah Orang Cirebon . berdiri pada awal awal tahun 2000 , bentuk bangunan nya lebih menyerupai gedung bioskop , dengan tinggi ±8 – 10 meter .

Turut hadir di sela aksi protes warga tersebut , Aipda Dedi Wahyudi Anggota SAT BINMAS POLRES Kota Banjar, yang bertugas di Polsek Langensari sebagai BHABINKAMTIBMAS di Kelurahan Bojong Kantong.
” Iya , saya di beritahu oleh warga, bahwa hari ini ( RABU ) jam 10, warga yang terdampak akan mendatangi asal atau sumber bau yang mengganggu itu , ” ucap Aipda Dedi
Pria yang lebih dari sepuluh tahun menjabat sebagai BHABINKAMTIBMAS ini juga di dampingi oleh BINA DESA Satuan Polisi Pamong Praja ( SATPOL – PP ) Kelurahan Bojong Kantong . Aipda Dedi juga menambahkan keterangan nya terkait aksi warga tersebut .
” Kami selaku Pembina di wilayah , menampung dan menjembatani antara warga yang protes dengan perwakilan pengusaha Walet itu , permintaan warga tempat Walet di bersihkan agar bau tidak mengganggu bila perlu setiap hari . Perwakilan pengusaha Walet juga menyampaikan permohonan maaf nya atas kelalaian dalam hal menjaga kebersihan . Mari kita jaga bersama kenyamanan dan kondusifitas di lingkungan , terima kasih terhadap warga yang dengan santun menyampaikan keluhan nya , terima kasih juga kepada perwakilan pengusaha walet yang mau hadir dan berdiskusi dengan warga”, pungkas, Dedi .
Gedung Walet , atau biasa warga menyebut nya, “sarang Walet ini terbilang paling megah bangunan nya di wilayah Kecamatan Langensari Kota Banjar . berdiri kokoh di tengah pemukiman rumah rumah warga , jika sore hari akan terlihat fenomena dua jenis burung yang keluar dan masuk melalui celah atau lubang pada dinding bangunan tersebut , Kelelawar dan Walet ( KAPINIS – sunda .)
” kalau di lihat lihat , sore hari sekitar mau magrib . suara gemuruh kelelawar yang keluar dari lubang bangunan itu , seperti suara hujan deras . mungkin lebih ke suara gemuruh kereta api . ratusan ribu bahkan jutaan kelelawar yang keluar berbaris sampai radius tiga hingga empat ratur meter dari gedung Walet itu , kotoran atau kencing dari kelelawar kelelawar itu jatuh dimana aja . Kami minta segera di bersihkan secepat nya , minimal sebulan sekali . kalau bisa itu kelelawar nya di bersihkan juga , ” tegas YTN ( 54th ) Tokoh Masyarakat lingkungan RT02/03 ini .
Aksi protes yang di hadiri perwakilan warga dengan jumlah ±30 orang ini juga mengeluhkan kotoran serta bau pesing yang menyengat mengotori genting , teras rumah bahkan jemuran .
” abis subuh saya jemur baju , jam delapan pagi ko teras rumah dan jemuran baju saya jadi kaya bau pesing gitu , mana banyak kotoran kecil kecil item gitu di teras , ” celoteh seorang ibu yang rumah nya persis di belakang Gedung Walet tersebut .
DARYO selaku perwakilan dari pengusaha walet , ketika di pinta konfirmasi nya terkait aksi protes warga tersebut oleh Tim Media INVESTIGASI BHAYANGKARA INDONESIA menyebutkan jika permasalahan dengan warga sudah selesai dan mufakat .
” Sudah selesai dan mufakat , besok kami akan lakukan upaya pembersihan dengan cara penyemprotan dulu kotoran kelelawar nya agar menjadi kompos , setelah itu baru kami angkut , sementara itu saja yang menjadi kesepakatan dengan warga . terkait permasalahan ijin atau perijinan , itu urusan pemilik dengan pemerintah . saya cuma bayarin pajak tahunan aja . ” ucap Daryo
Protes warga terkait kotoran serta bau tak sedap yang di timbulkan oleh Gedung Walet yang berdiri di tengah pemukiman warga itu , jelas bukanlah hal yang sepele . efek yang di hasilkan dari kotoran dan bau tersebut di pastikan dapat mengganggu kesehatan warga sekitar . perlu penanganan serius dari pemerintah , khusus nya pemerintah Kota Banjar beserta Dinas terkait .
( ADItic . )



