oleh

TERKAIT INSIDEN AKSI MASSA SEGEL KANTOR KEUCHIK PAYA BILI, DIDUGA KUAT BERAWAL SENTIMEN PRIBADI OKNUM APARATUR DESA YANG PRO KONTRA

Lhokseumawe-investigasi Bhayangkara Indonesia com Ketiga kalinya Kamtibmas aksi Massa Kekantor Kepala Desa dikota Lhokseumawe, aksi massa terakhir dikantor Keuchik Paya Bili, Kecamatan Muara Dua, Kota Lhokseumawe, terlihat masih dipalang oleh warga, Sabtu (24/2/2021).

Aksi palang kantor Keuchik kembali terjadi di Kota Lhokseumawe. Dimana puluhan warga di Desa Paya Bili Kecamatan Muara Dua, Kota Lhokseumawe, melakukan aksi memalang kayu dipintu kantor desa tersebut dengan dituliksan Disegel, pada Jumat (19/2/2021) sekitar pukul 22.00 WIB malam.

Saat dikonfirmasi Kepala Desa atau Keuchik Paya Bili, Muhammad Suheri mengatakan “kejadian penyegelan kantor keuchik dan ketidak hadiran rapat yang digelar oleh Tuha Peut atau BPD Gampong Paya Bili itu benar?” Ujar Keuchik Paya Bili

Hal ini tentunya ada alasan pimpinan desa untuk tidak hadir rapat yang digelar sepihak. Keuchik Paya Bili Yang akrab di Sapa Fatmagol mengaku dirinya tidak sependapat dengan apa yang telah disampaikan dalam surat petisi yang dibuat oleh tuha Peut, karena sebelumnya dia selaku kepala desa atau pimpinan Desa “sudah 4 kali mengundang ketua BPD desa paya bili untuk membicarakan tentang pelaksanaan musyawarah pengajuan anggaran Desa tahun 2021 akan tetapi yang bersangkutan tidak pernah hadir” ungkap Keuchik Fatmagol yang juga merupakan pengusaha Sukses Keripik.

lanjut ia menambahkan walaupun aksi masyarakat tersebut telah secara tidak langsung membuatnya dirugikan khususnya kepada dampak psikis terhadap keluarga beliau tetap memaafkan dan tidak pernah melakukan pelaporan atau melaporkan warganya atas kaitan insiden tersebut

Lebih lanjut ia juga mengungkapkan “Sebenarnya berawal dari sebuah sebuah kebijakan terkait penghentian kontrak tenaga kerja honorer digampong Paya Bili, Kecamatan muara dua Kota Lhokseumawe” ujar Fatmagol yang telah menjadi korban fitnah atau nama baiknya tercemar, lantaran beredarnya video insiden yang telah menyudut Pemimpin desa tersebut seolah olah tidak transparan” pungkas Muhammad Suheri.

Harapannya agar warga Jangan mudah terpancing dan percaya dengan berita medsos yg belum tentu benar adanya.

Report Chandra 25/2/21

Sementara itu Keuchik Forum dan Camat Muara Dua angkat Bicara

Komentar

News Feed