oleh

Terkait Pembunuhan Di Desa Sumbersari, 3 Pimpinan Ormas : Ini Murni Kriminal Tidak Ada Kaitannya Dengan SARA, Jaga Kondusifitas

Investasi Bhayangkara Indonesia.com | KUTAI BARAT (Kaltim) | Berkenaan dengan kasus pembunuhan di desa Sumbersari RT 7 Kecamatan Barong Tongkok sekitar pukul 21.00 wita pada hari Senin 1 Pebruari 2021.

Setelah sebelumnya Kapolres Kutai Barat AKBP Irwan Yuli Prasetyo menggelar konferensi pers di Mako Polres Kubar pada tanggal 2 Pebruari terkait peristiwa pembunuhan di desa Sumbersari, selanjutnya 3 pimpinan Organisasi kemasyarakatan kembali menggelar konferensi pers di rumah duka korban pembunuhan di kampung / desa Linggang Bigung Kecamatan Linggang Bigung-Kubar, (2/2/20121).

Adapun 3 pimpinan  Ormas tersebut yakni, Manar Dimansyah Gamas, Kepala Adat Besar Kabupaten Kutai Barat, Yulianus Henock Wakil Ketua Persekutuan Dayaq Kalimantan Timur,
Hengky Ketua Sempekat Tonyoi Benuaq (STB) didampingi perwakilan Polres Kubar, perwakilan Kodim 0912/Kubar dan keluarga korban.

Dalam keterangannya, ketiga pucuk pimpinan ormas ini mengimbau kepada seluruh masyarakat Kalimantan pada umumnya bahwa tragedi ini murni kriminal dan tidak ada kaitannya dengan SARA.

Hal ini ditegaskan kepala Adat Besar Kabupaten Kutai Barat.
“Ya ini murni kriminal dan jangan dikait-kaitkan dengan isu SARA.
Jadi kita mengimbau semua lapisan masyarakat harus menyikapinya dengan arif dan bijaksana,” tegas Manar Dimansyah.

Dalam kesempatan yang sama, Yulianus Henock wakil ketua Persekutuan Dayaq Kalimantan Timur juga meminta semua elemen masyarakat adat agar tidak terprovokasi, 
” Saya meminta semua elemen masyarakat adat agar tidak terpancing atau terprovokasi pihak-pihak yang ingin memecah belah persatuan dan kesatuan.
Ini murni kriminal dan bukan SARA.” tutur Yulianus Henock.

Sementara itu, Hengky ketua Sempekat Tonyoi Benuaq (STB) pun dengan nada yang sama juga menegaskan bahwa ini murni kriminal, jadi jangan dihubung-hubungkan dengan Sara.
“Ya kita instruksikan kepada semua masyarakat adat baik yang ada di Kubar maupun yang di luar sana, dengan kejadian ini agar bersama-sama bisa meredam riak-riak di tengah masyarakat.
Sebab ini murni kriminal dan sekali lagi ini bukan Sara. Untuk itu marilah kita menjaga khususnya di Kubar ini agar tetap kondusif, aman dan damai serta menjadi garda terdepan dalam menjaga keutuhan dalam bingkai NKRI,” tegas Hengky.

Untuk hal itu, ketiga pimpinan tertinggi organisasi ini tetap meminta kepada pihak Polres Kubar agar benar-benar dapat menjalankan proses hukum terhadap tersangka pembunuhan sesuai dengan undang-undang yang berlaku.

Jurnalis : Paul S. Buditomo

Komentar

News Feed