oleh

Tiga orang wartawan didampingi kuasa hukum Yosep Temorubun SH saat melapor kasus yang mereka alami

-Daerah-20 views

Investigasi Bhayangkara Indonesia, Papua – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Mimika Drs Tanzil Ashari mendesak Polres Mimika agar segera menindak lanjuti Laporan Polisi (LP) wartawan terkait pengusiran yang dilakukan oknum dosen/staf STIE Jambatan Bulan saat tugas peliputan.

” Segera proses hukum oknum tersebut, kita tidak ingin satu oknum yang berbuat mencederai dunia pendidikan,” kata Tanzil yang juga merupakan politisi partai Gerindra kepada wartawan, Senin (23/3).

Tanzil berharap agar pihak kepolisian secepat melakukan proses hukum agar bisa memberikan efek jera kepada yang lain agar tidak melakukan hal seperti ini lagi kepada para wartawan di Kota Timika.

Diberitakan sebelumnya, tiga wartawan Timika yang diusir ketika sedang melakukan tugas peliputan acara wisuda Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Jambatan Bulan (STIE JB), melapor ke Polres Mimika didampingi kuasa hukum, Yosep Temorubun SH. Pelaporan pun dilayangkan pada Jumat (20/3) kemarin.

Yosep Temorubun yang dimintai keterangan usai mendampingi wartawan, berharap kasus tersebut harus diproses hingga tuntas. Ia menyebut, kasus pengusiran wartawan pernah beberapa kali terjadi sebelumnya.

“Yang kami laporkan dalam kasus ini adalah pelanggaran Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers, khususnya Pasal 18, Pasal 3 dan 4. Itu sudah jelas bahwa unsur pidananya mencapai dua tahun. STIE JB sebagai penyelenggara kegiatan sekaligus pihak yang mengusir wartawan juga melanggar UU Informasi Keterbukaan Publik ,” ujarnya.

Yosep juga menyayangkan aksi pengusiran tersebut. Padahal, menurutnya, wisuda merupakan sebuah kegiatan yang melibatkan banyak orang dalam artian bersifat umum, sehingga kegiatan tersebut tidak perlu ditutupi, apalagi dalam hal peliputan. “Kalau ditutupi, ada indikasi dan akan memunculkan pertanyaan, ada apa dan kenapa sampai ditutupi. Padahal setiap kampus, baik universitas atau sekolah tinggi, wisudanya itu tidak tertutup,” jelasnya.

Yosep juga menegaskan, pada zaman reformasi seperti saat ini, keterbukaan informasi kepada publik perlu dilakukan. “Kita bukan sedang berada di zaman Orba yang peliputan itu dilarang,” keluhnya.

Yosep berharap Kapolres Mimika dan jajarannya bisa menindaklanjuti laporan tersebut. “Pelaku yang melakukan pengusiran terhadap wartawan di acara wisuda kampus yang bersangkutan di MPCC kemarin (Kamis) ditindak agar bisa memberikan efek jera. Perlu diingat bahwa media adalah salah satu pilar berdirinya proses demokrasi,” ungkapnya.// Jhon R

Komentar

News Feed