oleh

Tiga Tersangka Illegal Logging Diputus Bebas Oleh Hakim

Investasi Bhayangkara Indonesia.com – KUTAI BARAT (Kaltim)
| Tiga (3) terdakwa kasus illegal logging divonis bebas leh Pengadilan Negeri Kelas II Kutai Barat, Kalimantan Timur.

Vonis ini dijatuhkan melalui sidang di Pengadilan yang dipimpin Ketua Pengadilan Negeri Kutai Barat Jemmy Tanjung Utama, SH. MH.,  dengan hakim-hakim anggota, Hario  Purwo Hantoro, SH. MH, Mochamad Firmansyah Roni SH. 

Putusan tersebut dijatuhkan kepada tersangka kasus illegal logging atas nama; Agus Basuki, Tang Phing Hong dan Edi Musandi, di Pengadilan Negeri Kutai Barat, Jln. Sendawar Raya, Kutai Barat, Kalimantan Timur.
Senin 15 Februari 2021.

Terdakwa dihakimi dengan nomor perkara: 
Nomor 141/Pid.B/LH/2020/PN Sdw, 
nomor 142/Pid.B/LH/2020/PN Sdw, 
nomor 143/Pid.B/2020/PN Sdw

Oleh karenanya para terdakwa didakwa oleh Jaksa penuntut umum (JPU) dengan dakwaan alternatif, yang disangkakan dengan pasal-pasal:
kesatu pasal 82 ayat 3 huruf b undang undang 18 tahun 2013, tentang pencegahan dan perusakan hutan,
kedua pasal 83 ayat 4 huruf a undang undang 18 tahun 2013, 
ketiga pasal 85 ayat 2 undang undang nomor 18 tahun 2013, 
keempat pasal 82 ayat 1 huruf b undang undang 18 tahun 2013 jo pasal 55 ayat 1 ke 1 kuhp, 
kelima pasal 83 ayat 1 huruf a undang undang 18 tahun 2013 jo pasal 55 ayat 1 ke 1 kuhp, 
keenam pasal 85 ayat 1 undang undang nomor 18 tahun 2013 jo pasal 55 ayat 1 ke 1 kuhp.

Ketika dikonfirmasi awak media di kantornya,  Ketua Pengadilan Negeri Kutai Barat melalui Hario Purwo Hantoro, SH. MH Humas PN menerangkan, terhadap perkara tersebut Majelis Hakim telah menuntut bebas terhadap para terdakwa,
” Majelis hakim Pengadilan Negeri Kutai Barat, yang nenyidangkan perkara ini memutus bahwa para terdakwa tidak terbukti melanggar pasal yang didakwakan oleh penuntut umum tersebut, dan menyatakan melepaskan para terdakwa dari tuntutan hukum,” terang Hario. Kamis, 25/02/2021.

Lebih lanjut Hario juga menambahkan, “Dan juga memerintahkan penuntut umum membebaskan terdakwa dari tahanan segera setelah putusan itu diucapkan dan memulihkan hak-hak terdakwa.” tegasnya.

Berkenaan dengan status barang bukti disebutkan, ada yang dikembalikan kepada terdakwa, kepada perusahaan PT. Angka Unggul Borneo,  PT Multi Asia Pasifik Line, dan dikembaliin ke saksi Charlie dan pihak lainnya.

Adapun alasan majelis hakim memutus bebas para terdakwa adalah, terdakwa memang terbukti melakukan perbuatan yang didakwakan, tetapi bukan merupakan tindak pidana.

Untuk diketahui karena terlebih dahulu sebelumnya ada perjanjian yang dibuat oleh manajemen yang lama, yaitu terdakwa Tang Ping Hong dan manajemen baru yakni saksi Charlie dan saksi lainnya. Dan kasusnya sudah lebih dulu  disidangkan di Pengadilan Negeri Samarinda.
“Dari hal itulah maka Majelis Hakim menyatakan hal yang dilakukan terdakwa itu masuk di dalam ranah lingkup perdata.” jelas Hario.

Saat ditanya awak media apakah
ada kemungkinan terjadi langkah hukum dari Jaksa Penuntut Umum atas putusan Majelis hakim tersebut, Hario menjelaskan 
“Kewenangan masih di para pihak. Hak para pihak baik terdakwa maupun penuntut umum untuk melakukan upaya hukum untuk kasasi atas putusan ini.  Kalau seandainya ada kasasi atas putusan ini ya kita terima pak.
Upaya hukum tersebut nanti kami kirimkan berkas tersebut ke Makamah Agung,…pak, untuk diperiksa kembali oleh Makamah Agung atas permohonan kasasi tersebut.” jelasnya.

Dinyatakan juga oleh Hario, bahwa sampai saat ini pihak Kejaksaan belum mengajukan kasasi, 
“Sampai saat ini Kejaksaan belum mengajukan kasasi,… Khan waktunye sampai 14 hari, ini diputus hari Senin kemarin khan. Seandainya ada kasasi,  kewajiban kita juga mengirimkan berkas kalau ada permohonan.”

Sementara itu Pejabat Kejaksaan Negeri Kutai Barat saat mau dikonfirmasi tentang hal ini belum bisa ditemui karena sedang ada kesibukan.

(Paul SB)

Komentar

News Feed