oleh

Tim Medis yang Ditembak KKB, Dicurigai Mata-Mata TNI/Polri karena Bawa HT Kondisi Alemanek Bagau di RSUD Nabire Mulai Membaik

Investigasi Bhayangkara Indonesia.com

Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol. A.M Kamal kepada wartawan di Jayapura mengatakan, kelompok pembunuhan sadis terhadap tim medis Satgas Covid-19 di Distrik Wandai, Intan Jaya merupakan kelompok yang sama saat menyerang Pos Polisi (Pospol) 99 Ndeotadi, Kabupaten Paniai pada pertengahan Mei lalu

Dalam peristiwa ini, Satgas Covid atas nama Heniko Somou alias Koni meninggal dunia. Sementara  rekannnya atas nama Alemanek Bagau saat itu disampaikan kritis.

“Alemanek Bagau sudah membaik dan masih dalam perawatan,” ujar Kamal, Senin (25/5/2020).

Kata Kamal, kelompok tersebut mencurigai tim Satgas Covid-19 sebagai mata-mata TNI/Polri karena saat terjadi cekcok, HT (Handy Talkie) yang diberikan kepada korban terjatuh.

“Padahal HT ini merupakan pemberikan kepala dinas setempat untuk memantau distribusi alat kesehatan di daerah tersebut,” tambah Kamal.

Kecurigaan bertambah karena tim medis tersebut juga menyampaikan kepada warga Distrik Wandai agar segera menjauh dari KKB dan segera meninggalkan kegiatan jual beli di area pasar untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak di inginkan.

Mendengar hal itu, KKB langsung melakukan pengejaran terhadap korban Heniko Somau di areal pasar Kampung Mbugulo Distrik Wandai dan melakukan penembakan setelah terlibat perdebatan.

“Jadi korban sampaikan ke warga agar menolak kehadiran kelompok ini, dengan alasan khawatir masyarakat menjadi korban karena kelompok tersebut sedang dikejar aparat,” kata Kamal lagi.

Polisi juga menduga kelompok tersebut merupakan kelompok gabungan dan beranggotakan 50 orang lebih.

“Kelompok ini rencana mendirikan pos di kampung tersebut, kami masih dalami tetapi hal ini yang akhirnya berujung terjadi penembakan, jelas Kamal lagi.

Polda Papua juga meminta aparat kepolisian yang bertugas di Pegunungan tengah Papua agar meningkatkan kewaspadaan pasca penembakan tersebut.

Kamal juga membantah bahwa tim medis meninggal karena luka bacok. “Yang benar itu karena ditembak,” singkatnya.

Polda Papua juga mengimbau pelaku perampasan senjata di Pospol 99 agar segera dikembalikan.

“Masyarakat sipil tidak punya hak untuk kepemilikan senjata kami minta dikembalikan agar tak terjadi hal-hal yang tak diinginkan,” ujarnya lag Rilis Jhon R.IBI Papua

Komentar

News Feed