oleh

Tim terpadu cegah tangkal faham radikal di Poso Pesisir Selatan terbentuk, Polda Sulteng berikan apresiasi

Investigasi Bhayangkara Indonesia.com. Poso, Masyarakat Kabupaten Poso mulai tergugah dan peduli untuk berperan aktif mencegah dan menangkal faham radikal yang menjadi ancaman kedamaian di bumi Sintuwu Maroso,

Kecamatan Poso Pesisir Selatan (PPS) Kabupaten Poso yang dengan segera merespon usulan Kapolda Sulteng Irjen Polisi Drs. Abdul Rakhman Baso pada saat rapat dengar pendapat dengan Komisi I DPRD Sulteng, Rabu (2/6/2021) yang lalu tentang pembentukan tim terpadu.

Camat, Kapolsek dan Danramil 1307 PPS pada Jumat (18/6/2021) sore bertempat di Baruga pertemuan Kantor Camat Poso Pesisir Selatan menggelar pertemuan yang dihadiri oleh Kepala KUA, Ketua FKUB Kec. Poso Pesisir Selata, Imam Masjid dan para pendeta gereja dan Kanit Binmas Polsek PPS untuk membentuk struktur tim terpadu cegah tangkal faham radikal.

Drs Simon Tiolemba M.si Camat PPS terpilih sebagai Ketua tim terpadu dibantu Danramil 1307 dan Kapolsek PPS sebagai Wakil Ketua, Ketua KUA dan Ketua FKUB dipercaya sebagai pembimbing, sedangkan Imam masjid dan pendeta gereja ditunjuk sebagai penyuluh.

Ketua tim terpadu yang juga camat PPS dalam arahannya mengatakan “tujuan pembentukan tim terpadu ini agar kita bisa bekerjasama dalam hal menangkal kemungkinan adanya faham radikal di wilayah Kec. PPS”

“Pembentukan tim terpadu cegah tangkal faham radikal sangat penting dalam menyikapi perkembangan situasi di wilayah Kec. PPS” ungkap Drs Simon Tiolemba M.si

Selain itu peran tokoh agama sangat penting dalam memberikan rasa aman dan kedamaian, diharapkan semua dapat berperan aktif dalam memberikan ajaran agama yang benar kepada generasi muda, agar kedepan bisa menjadi generasi yang dapat di andalkan dalam mengisi pembangunan, terang Camat PPS ini.

Terpisah Kabidhumas Polda Sulteng Kombes Polisi Didik Supranoto yang juga Kasatgas Humas Madago raya memberikan apresiasi terbentuknya tim terpadu cegah tangkal faham radikal di Kecamatan Poso Pesisir Selatan, ini menunjukan masyarakat mulai sadar bahwa dalam menangani faham radikal bukan hanya tugas Polri & TNI tetapi diperlukan keterlibatan semua pihak, semoga ini dapat diikuti Kecamatan lain di Kabupaten Poso,” harapnya.

(Faisal/Hms)

News Feed