oleh

TKA masuk Gorontalo Utara ; DANDIM 1314 dan KAPOLRES GORUT minta PT GLP harus terbuka, komunikatif dan lakukan sosialisasi

Investigasi Bhayangkara Indonesia, selasa, 14/7/2020 bertempat di Ruang Aula Tinepo Kantor Bupati Gorontalo Utara,

dilaksanakan Rapat Koordinasi FORKOPIMDA Provinsi Gorontalo dan FORKOPIMDA Kabupaten Gorontalo Utara
yang di pimpin langsung oleh Wakil Gubernur Gorontalo Bapak Dr. Drs.H. Idris Rahim MM, untuk menyikapi rencana kedatangan Tenaga Kerja Asing ( TKA ) di Gorontalo Utara dengan lokus Proyek PLTU Tanjung Karang 2 X 50 MW sejumlah 277 orang dan tenaga kerja Indonesia luar Gorontalo sejumlah lebih dari 500 orang yang rencananya akan datang secara bergelombang,

Saat diwawancarai oleh awak media, DANDIM 1314 GORUT Letkol Arm Firstya Andrean Gitrias mengatakan bahwa ; sebagai DANDIM saya mengapresiasi
langkah Pemerintah Provinsi Gorontalo yang merespon dengan cepat rencana kedatangan Tenaga Kerja Asing masuk di PLTU Tanjung Karang Kecamatan Tomilito, ini adalah langkah tetap tutur dandim,

pada intinya saya mendukung pembangunan PLTU di Gorontalo Utara karena ini adalah Proyek Strategis Nasional, tetapi saya berharap PT.Gorontalo Listrik Perdana harus lebih terbuka dan memberikan informasi secara detail kepada kami, agar kita semua bisa mengantisipasi dengan cepat atas hal-hal yang kita tidak inginkan bersama tegas dandim.

Letkol Arm Firtsya Andrean Gitrias juga menyesali tidak adanya koordinasi dari pihak perusahaan, saya sebagai DANDIM saja, dapat informasi TKA
masuk Gorontalo Utara hanya dari orang lain bahkan hanya dari media Sosial, dengan penuh harap Dandim menyampaikan kepada awak media, alangkah baiknya kedepan nanti PT.GLP harus memberi tahu kepada kami sebagai instansi keamanan di daerah kabupaten Gorontalo Utara
karena konfilk ini akan terjadi di GORUT yang merupakan wilayah kerja kami, Dandim juga minta PT.GLP dalam mendatangkan TKA harus mengacu pada peraturan perundang-undangan yang berlaku atau taat hukum tutur dandim dengan nada serius,

dalam rapat FORKOPIMDA saya menyampaikan agar di bentuk Tim Sosialisasi Terpadu, agar masyarakat Gorontalo Utara bisa tahu apa maksud dan tujuan kedatangan TKA di daerah mereka, lewat sosialisasi juga kita akan bisa menyatukan perbedaan pendapat atas kedatangan TKA ,

lanjut dandim ; dalam memastikan keamanan masyarakat gorut saya
sangat berharap tidak terjadi konflik horizontal di daerah yang damai ini hanya karena kedatangan TKA,
kami akan membangun komunikasi dengan pemerintah daerah dan Polres dalam hal penanganan keamanan ,sebagai TNI,
yang pasti kami akan melakukan langkah-langkah humanis yang mengedepankan prefentif edukatif.

ditempat yang berbeda KAPOLRES Gorontalo Utara AKBP Dicky Irawan Kesuma melalui sambungan telpon mengatakan, untuk mengantisipasi penolakan TKA
masuk ke Gorontalo Utara maka saya membutuhkan informasi yang benar-benar jelas dari PT.GLP sebagai pemberi kerja, Kapolres berharap perusahaan melakukan sosialisasi kepada masyarakat agar terjadi dialog yang lebih terbuka dan humanis antara perusahaan dengan masyarakat lokal, masyarakat Gorontalo adalah orang-orang baik, warga GORUT memilki kultur adat yang sangat baik diajak berdialog, mereka mudah diajak berkomunikasi, mereka hanya butuh penjelasan yang benar-benar terbuka dari perusahaan, saya yakin masyarakat lokal juga akan memahami dan akan menerima TKA masuk GORUT jika sudah di jelaskan dengan baik oleh perusahaan,

KAPOLRES juga minta PT.GLP harus membangun komunikasi lintas sektor, dari PEMDA GORUT, TNI dan POLRI dalam dan demi menjaga stabilitas daerah, perusahaan tidak boleh tertutup tegas orang nomor satu di Polres Gorut ini.

yang jelas misi utama Polres GORUT adalah stabilitas keamanan daerah terutama keamanan masyarakat tutup AKBP Dicky Irawan Kesuma. [ r.a. yakusa ]

Komentar

News Feed