Untuk Operasi Ketupat 2020 ,Dikerahkan 175.000 Personel Gabungan

DKI Jakarta, POLRI203 Dilihat

Investigasi Bhayangkara.com – Sebanyak 175.000 personel gabungan dikerahkan untuk melaksanakan Operasi Ketupat 2020 dalam rangka pengamanan Hari Raya Idul Fitri.

Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabagpenum) Divisi Humas Polri Kombes Asep Adi Saputra melalu Keterangan tertulis , Rabu (22/4)2020 mengatakan dalam rangka pengamanan Hari Raya Idul Fitri dikerahkan 175.000 Personel Gabungan.“Personel yang akan dilibatkan dalam kegiatan yang terdiri dari anggota Polri, TNI, Dishub, Dinkes, Satpol PP, dan stakeholders lainnya,”ujarnya.

Selanjutnya, Asep menjelaskan pelaksanaan Operasi Ketupat pada tahun ini dipercepat akibat wabah Covid-19. Operasi Ketupat akan dilaksanakan selama 37 hari, sejak Jumat (24/4/2020) hingga h+7 Lebaran.” Kemudian, polisi juga menerapkan pola khusus untuk menindaklanjuti larangan mudik yang telah ditetapkan oleh pemerintah,” jelasnya.

Untuk itu, Asep merinci di wilayah DKI Jakarta sebagai pusat pergerakan mudik, polisi mendirikan 19 pos pengamanan sebagai checkpoint untuk mengawasi masyarakat yang hendak mudik. “Ada tiga pos pengamanan tersebut yang ada pada Tol Cikampek, Tol Bogor, dan Tol Merak serta 16 titik arteri non-tol,” rincinya.

Lebih lanjut, Asep mengungkapkan bagi masyarakat yang tetap nekat untuk mudik akan diminta pulang ke rumah masing-masing.” Ini sesuai data yang dihimpun Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi sekaligus Menteri Perhubungan Ad Interim Luhut Binsar Panjaitan mengatakan, larangan mudik mulai berlaku pada 24 April,” ungkapnya.

Seiring dengan itu, Luhut mennandaskan larangan mudik efektif terhitung Jumat, 24 April 2020. Ada sanksi-sanksinya, tapi sanksi efektif 7 Mei,” kata Luhut. ” Ia menyebutkan, larangan mudik berlaku bagi warga Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi (Jabodetabek), daerah yang menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), dan daerah yang telah ditetapkan sebagai zona merah Covid-19,” tandasnya.

Jadi, Luhut juga menambahkan selama larangan mudik diberlakukan, tak ada penutupan jalan tol karena masih akan dilewati kendaraan pengangkut bahan pangan dan logistik. ‘Selain itu, kereta rel listrik (KRL) di Jabodetabek tetap beroperasi selama larangan mudik diberlakukan,” tambahnya. (Vecky Ngelo)

Komentar