oleh

UPACARA BENDERA BULANAN DAN PENGAMBILAN SUMPAH/JANJI PEGAWAI NEGERI SIPIL (PNS) POLRI TMT 1 FEBRUARI 2020

Investigasibbayangkara.com, Jayapura – Pada hari Senin tanggal 17 Februari 2020 pukul 07.00 Wit bertempat di Lapangan SPN Polda Papua telah dilaksanakan Upacara Bendera Bulanan dan Pengambilan Sumpah/Janji Pegawai Negeri Sipil (PNS) Polri TMT 1 Februari 2020.

Hadir dalam kegiatan yakni Kapolda Papua Irjen Pol Drs. Paulus Waterpauw, Wakapolda Papua Brigjen Pol Drs. Yakobus Marjuki, Para Pejabat Utama Polda Papua, para Pamen, pama, Bintara, Tamtama serta ASN Polda Papua dan CPNS yang akan diambil sumpah/janji.

Kegiatan diawali dengan laporan perwira upacara, dilanjutkan dengan menaikan bendera merah putih, pembacaan Tribarata, Catur Prasetya dan Panca Prasetya Korpri kemudian pengambilan sumpah janji Pegawai Negeri Sipil (PNS) dilanjutkan dengan amamat Kapolda Papua.

Kapolda Papua dalam amanatnya mengatakan mencermati arahan Bapak Presiden RI pada kegiatan Rapim TNI- Polri yang lalu, menekankan agar TNI-Polri bekerja bersungguh sungguh untuk selalu berdiri paling depan dalam menjaga dan memperkokoh kedaulatan NKRI, sehingga mampu mengatasi semua spectrum konflik dalam pertahanan serta siap menghadapi perang Asmetrik, perang Proxy maupun perang Hybrid yang menggabungan strategi militer dengan strategi non militer mapun strategi konvensional dengan non konvensional. Oleh karena itu, sudah saatnya Polri khususnya Polda Papua dan jajaran bekerja dengan berorientasi kepada outcome dari proses yang dilaksanakan, serta cari terobosan-terobosan baru yang dapat meningkatkan kinerja dan jangan terjebak pada rutinitas sehari-hari.

Kita ketahui bersama, bahwa kita akan melaksanakan operasi mantap praja dalam rangka pengamanan tahapan pilkada serentak di 11 Kabupaten dan Operasi Aman Raga Matoa 2020 dalam rangka pengamanan penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Tahun 2020. Untuk itu saya harapkan kepada seluruh anggota polda papua dan jajaran agar menyiapkan diri baik fisik, mental dan kemampun untuk menghadapi tugas – tugas tersebut.

Kepada para perangkat operasi dan anggota yang terlibat dalam operasi untuk dapat berperan aktif dalam mensukseskan pelaksanaan pilkada serentak dan pon tahun 2020 sesuai dengan fungsi dan peranannya masing – masing. Jalin komunikasi yang intens dan sinergis dengan stakeholder terkait, sehingga dapat berjalan dengan aman, damai, lancar dan sukses.

Khusus pada pelaksanaan pengamanan pilkada serentak, kita akan mengedepankan preventif dan preemtif, serta mendorong penyelenggara dalam hal ini kpu dan bawaslu untuk melaksanakan tugasnya secara independen dan tetap menjaga nilai – nilai hukum yang berlaku. Kita juga harus mencermati atas berbagai permasalahan yang muncul dalam setiap tahapan, agar tidak menjadi potensi yang akan mengganggu tahapan yang telah berjalan, oleh karena itu diharapkan kepada para kapolres agar mengantisipasi hal ini, dengan mendorong para pihak yang

Bersengketa tersebut ke jalur hukum dan tidak melakukan mobilisasi massa, serta kita melakukan upaya dan kerjasama dengan tokoh agama, tokoh adat dan stakeholder lainnya agar dapat menjadi figur bagi masyarakat sebagai pemilih yang baik dan bijaksana.

 

Saat ini media sosial juga sangat berperan dalam melakukan aktifitas informasi, diantaranya kampanye hitam yang dapat menyudutkan paslon tertentu, sehingga diharapkan kepada masyarakat agar tidak terprovokasi dengan pemberitaan di media sosial tersebut, dan jika ada permasalahan hukum agar segera dilaporkan ke aparat hukum.

Pada pengamanan PON XX tahun 2020, Polda Papua akan melibatkan sekitar 4.500 personel Organik Polda Papua dan Bko Brimob, dengan pola pengamanan yang akan dilaksanakan secara terbuka dan tertutup dengan menempatkan personel pengamanan dan pengawalan pada venue serta seluruh obyek kegiatan. Saya berharap kepada seluruh jajaran polda papua agar terus melakukan cipta kondisi sebagai upaya nyata menyongsong dan mendukung penyelenggaraan pon xx tahun 2020 di papua.

Berikan pelayanan terbaik untuk masyarakat dengan cara bertindak sebagai konsultan yang solutif bagi masyarakat, memiliki komitmen yang kuat untuk dapat memberikan kualitas kinerja yang terbaik untuk organisasi serta berperilaku dan bersikap anti terhadap korupsi, kolusi dan nepotisme serta tingkatkan kemampuan profesionalisme dan integritas pribadi sebagai insan bhayangkara.

Ada beberapa penekanan yang perlu dilaksanakan adalah sebagai berikut:
1. Tingkatkan terus sinergitas dengan tni, serta tingkatkan tali silaturrohmi dengan tokoh masyarakat dan tokoh lainnya yang berpotensi dapat. Mendukung pelaksanaan tugas polri dalam menciptakan situasi kamtibmas yang semakin kondusif.
2. Tingkatkan dan lakukan diteksi dini dan diteksi aksi serta lapor cepat terhadap setiap perkembangan situasi terkait pelaksanaan tahapan pilkada serentak, sehingga keamanan dan ketertiban diwilayah kita dapat terjaga.
3. Lakukan Upaya Pengungkapan Dan Penegakan Kasus – Kasus Narkoba, Korupsi Dan Kasus Lainnya Di Wilayah Hukum Polda Papua; Serta.
4. Petakan Dan Datakan Wilayah Yang Pernah Terjadi Adanya Kebakaran Hutan, Serta Lakukan Giat Antisipasi Dalam Mencegah Adanya Kebakaran Hutan Di Wilayah Kita.

Untuk diketahui bahwa jumlah CPNS yang diambil sumpah/janji menjadi (Pegawai Negeri Sipil (PNS) Polri pada kegiatan tersebut sebanyak 10 orang TMT 1 Februari 2020.

Komentar

News Feed