Upacara Penutupan Latihan Sharpshooter Resimen 1 Paspelopor

JA-BAR150 Dilihat

Investigasi bhayangkara Indonesia com Gunung Putri (Bogor) – Resimen 1 Pasukan Pelopor melaksanakan upacara penutupan pelatihan sharpshooter, yang dipimpin langsung Komandan Resimen 1 Pasukan Pelopor Kombes Pol Reeza Herasbudi, bertempat di Lapangan Mako Batalyon C Resimen 1 Pasukan Pelopor, Kamis (19/08/2021).

Untuk diketahui apa yang membedakan, sniper adalah penembak runduk sedang sharpshooter adalah penembak jitu. Secara spesifik sniper terlatih dalam bersembunyi dan ahli juga dalam berkamuflase, sementara sharpshooter tidak memiliki kemampuan tersebut.

Dijelaskan lagi sharpshooter berbeda dengan sniper, keberadaan sharpshooter tidak diselimuti kamuflase dan perannya di medan tempur adalah untuk memperpanjang jarak jangkauan pada tingkat regu. Sharpshooter umumnya memiliki jangkauan dengan musuh sampai dengan 800 meter, sedangkan sniper memiliki jarak jangkauan yang lebih jauh dari sharpshooter, yakni sampai dengan 1500 meter bahkan terkadang lebih dari hal tersebut.

Perbedaan jarak jangkauan tersebut dikarenakan sniper pada umumnya menggunakan senapan runduk bolt-action khusus, sementara yang digunakan sharpshooter menggunakan senapan semi-otomatis.

“Kami harap dengan telah terselenggarakannya pelatihan sharpshooter, dapat meningkatkan kemampuan para personel Resimen 1 Pasukan Pelopor di medan tempur sesungguhnya nantinya, Brimob Untuk Indonesia,” ucap Kombes Pol Reeza Herasbudi.