VIRAL DI MEDSOS KOMPLOTAN PENCURI GESER TAS AKHIRNYA DI TANGKAP POLISI

Kriminalitas258 Dilihat

Investigasi Bhayangkara Indonesia, Jakarta – Polda Metro Jaya berhasil menangkap komplotan maling yang sempat viral di Medsos ( media sosial) di masyarakat.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus, menjelaskan, pelaku yang berjumlah 3 orang, 1 diantaranya seorang perempuan, bekerja sama dalam 1 kelompok.

“Kejadiannya di sebuah restaurant Mall Gandaria City, “ungkap Yusri, di Mapolda Metro Jaya (18/2/20),Selasa siang

Beberapa waktu lalu sempat viral video aksi pencurian tas pengunjung restoran dengan modus menggeser menggunakan kaki. Komplotan maling itu beraksi saat korbannya sedang memilih menu makanan.

Petugas Polda Metro Jaya yang melakukan penyelidikan setelah mendapat laporan dari korban, akhirnya berhasil mengungkapnya. Pelakunya tiga orang, satu di antaranya adalah perempuan.

Saat dilakukan pendalaman, terungkaplah fakta mengejutkan. Ternyata komplotan ini tak cuma beraksi di Indonesia. Mereka beraksi lintas negara. Dengan modus yang sama, komplotan ini juga beraksi di Singapura dan Malaysia.

“Tapi, setelah kita tangkap, hasil pendalaman menunjukkan pelaku lintas negara. Orang Indonesia tapi modusnya lintas negara di Singapura dan Malaysia,” ujar Kombes Yusri.

Saat beraksi ketiga pelaku berbagi peran. Pelaku berinisal A, bertugas mengambil tas korban. Sedangkan RH mengalihkan perhatian korban dan karyawan restoran.

“Lantas AHY yang perempuan bertugas memasukkan tas bawaan korban ke tas yang lebih besar. Lantas membawanya pergi,” ujar Yusri

Menurut Yusri, tersangka mengaku baru melakukan aksi pencurian sebanyak satu kali. Tapi polisi tak percaya begitu saja dan akan terus menyelidiki apakah ada kasus serupa di luar negeri.

Diketahui para tersangka telah melakukan aksi pencurian sejak tahun 2015. Ditemukan juga barang bukti tiga buah paspor. Atas perbuatannya, mereka dijerat dengan Pasal 363 KUHP dengan ancaman 7 tahun penjara.

Kombes Pol Yusri, lebih lanjut mengatakan, akan terus melakukan pendalaman terkait kemungkinan kasus yang lain dalam modus serupa dilakukan para pelaku di luar negri.

“Kami mendalami terus, indikasi berapa kali mereka melakukan di Malaysia dan di Singapura, “jelas Yusri.

( robertgnaibaho)
[21.52, 18/2/2020] Robert IBI: Foto

Komentar