oleh

Wagub Jateng Sebut Lima ribuan Pesantren Butuh Perhatian.

Semarang- investigasibhayangkara.com Ditengah merebaknya Pandemi Wabah Corona saat ini, justru Pondok Pesantren ( Ponpes) di Jawa Tengah hingga kini nampaknya kurang diperhatikan.

Hal ini sebagaimana diungkapkan Wakil Gubernur Jawa Tengah, Gus Taj Yasin Maemon saat Telekompren bersama Pengurus Forum Santri Indonesia ( FSI) Jawa Tengah. (Jum’at, 30/5).

“Ada 5000 an Pondok Pesantren yang terdampak Covid 19 di Jawa Tengah, dan belum ada perhatian yang baik atas Para Santri dengan Situasi Corona saat ini,” ungkapnya.

Dan Gus Yasin juga menjelaskan bahwa kehidupan di Pondok Pesantren selama ini agak sulit untuk mengikuti Protokol Covid 19,” Physical Distancing di Ponpes agak sulit dilakukan, karena Kamar Para Santri yang ukurannya 2 Meter x 4 Meter dihuni 10 Santri.

Ini perlu perhatian disaat Wabah Covid 19 ini,” imbuh Putra Mbah Kyai Maemon ini dalam Pengarahannya. Selanjutnya Gus Yasin pun berharap agar Forum Santri Indonesia ( FSI) Jawa Tengah bisa mencari solusi atas permasalahan Kehidupan Para Santri di Ponpes saat ini,” Saatnya FSI bisa berkontribusi untuk memperhatikan Kehidupan Santri di Ponpes dimusim Corona, karena Santri tidak hanya sebatas Fiqhiyah tapi juga harus bisa menyesuaikan dengan kondisi saat ini,” tandasnya.

Sementara itu Sekretaris FSI Jawa Tengah, H. Rahmat Da’wah merespon positif harapan Wagub Jateng agar Kehidupan Para Santri di Ponpes perlu mendapat perhatian seiring semakin merebaknya Wabah Corona saat ini,” Sebenarnya Program FSI Jawa Tengah yang telah digagas selama ini, memang sudah sealur dengan harapan Gus Yasin yang berusaha untuk melakukan Pemberdayaan Para Santri, semoga nantinya lahir Santri Saudagar, Santri Tentara, Santri Budayawan dan Santri yang multi talenta,” ungkapnya.

Bahkan Rahmat juga meminta Pemerintah Pusat maupun Daerah agar segera melakukan Penanganan Pondok Pesantren agar bisa melaksanakan kehidupan Para Santrinya sesuai Protokol Covid 19,” Lima ribuan Ponpes dengan ribuan para santrinya harus diselamatkan agar terhindar dari Wabah Corona. Dan FSI saat ini fokusnya disitu,” imbuhnya.

Dalam Pantauan Media ini, memang sejak mewabahnya Covid 19 di Jawa Tengah, memang nampaknya kehidupan Para Santri di Pondok Pesantren kurang mendapat perhatian yang cukup memadai. Namun berkat kepiawaan Para Kyai dengan kepemimpinannya yang telah mengakar.

Maka secara Mandiri Para Santri di Ponpes bisa tertangani dengan baik yang terhindar dari Corona,” Sebenarnya Para Santri di Ponpes sudah diajarkan Nilai-nilai Kebangsaan, termasuk saat menghadapi Wabah Corona.

Dan di Jawa Tengah juga telah Kami bentuk Santri Gayeng disemua daerah, olehkarena itu FSI bisa bersinergi dengan Santri Gayeng untuk melaksanakan programnya.

Ya termasuk bagi Para Muhibin ( Red: Para Pecinta) Santri,” pungkas Wagub Jateng yang juga Ketua Penasehat FSI Jateng ini. ( syailendra/TIM)

Komentar

News Feed