Wakapolda Aceh Brigjen Syamsul Bahri hadir dalam silaturahmi Menko Polhukam RI Prof. Dr. Mohammad Mahfud MD

Berita Hari Ini242 Dilihat

𝗜𝗻𝘃𝗲𝘀𝘁𝗶𝗴𝗮𝘀𝗶 𝗕𝗵𝗮𝘆𝗮𝗻𝗴𝗸𝗮𝗿𝗮. 𝗖𝗼𝗺
𝗔𝗰𝗲𝗵 — Wakapolda Aceh Brigjen Syamsul Bahri hadir dalam silaturahmi Menko Polhukam RI Prof. Dr. Mohammad Mahfud MD dengan Forkopimda se-Aceh, ulama, dan tokoh masyarakat Pasee Batuphat Barat, Kecamatan Muara Satu, Lhokseumawe, Minggu malam, 11 Juni 2023.

Silaturahmi yang mengusung tema “Pemilu Damai dan Demokrasi” dipusatkan di Lhokseumawe dan dihadiri oleh Forkopimda tingkat I dan II se-Provinsi Aceh.

Sementara itu, Mahfud MD dalam sambutannya mengatakan, sejauh ini tahapan Pemilu di Aceh sudah berjalan dengan lancar. Namun, semua elemen masyarakat harus tetap memastikan dan menjamin bahwa Pemilu 2024 ini tetap aman, karena pesta demokrasi kali ini besar serta kontestannya juga lumayan banyak.

Di Aceh, ada 18 partai politik (parpol) nasional dan 6 parpol lokal. Ini tentunya akan membuat Pemilu begitu hebat dan besar, karena pada tahun yang sama ada Pilpres dan pemilihan kepala daerah. Artinya, hampir sepanjang tahun dalam suasana politik.

Sesuai laporan Sekda, insyaallah Pemilu di Aceh akan lancar. Hal itu dibuktikan dengan tiga kali Pemilu setelah perdamaian Helsinki berjalan dengan sangat baik. Oleh karena itu kita harus menjaga Pemilu kali ini.

Beliau takjub dan senang untuk mengatakan bahwa kita ini sangat luar biasa. Kita itu punya 1360 suku, bersatu melalui sebuah organisasi tertinggi yang bernama Indonesia.

Sekarang ini, intelektual muslim sudah masuk ke posisi-posisi penting. Hal itu perlu kita syukuri dengan menuruti cara hidup yang ditentukan oleh Allah di dalam kehidupan bersama. Allah juga mengajarkan kita agar toleran terhadap orang lain.

Dalam kesempatan itu, ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk membangun negara ini sesuai dengan kemampuan dan posisi masing-masing. Di samping itu juga membangun dengan cara demokrasi, di mana dalam demokrasi ada egalitik kesamaan dan liberty kebebasan, artinya di antara kita saling bebas tapi terbatas.

Kita semua mengatur pemerintahan melalui Pemilu, sekarang ini dari sudut instrumen kelembagaan dan peraturan perundang-undangan. Namun, dalam demokrasi ada egalitik kesamaan dan liberty kebebasan.

𝗧𝗶𝗺 𝗹𝗕𝗹 / 𝗥𝗲𝗱
@bidhumaspoldaaceh