oleh

Warga Jalan Laut Menolak Keras adanya Tambang Inkonvensional di tengah hutan Mangrove

Investigasi Bhayangkara Indonesia com Jalan Laut Sungailiat 27 Desember 2020 Warga jalan laut kelurahan Matras kecamatan Sungailiat Bangka mendatangi pondok TI tepatnya di tengah hutan Mangrove(Bakau) yang di dampingi Seklur kelurahan Matras, PLT Kaling Jalan Laut, Dan PT Timah persero TBK di wakilkan Wastam wilayah kudai

puluhan warga Jalan Laut mendatangi Pondok Tambang Inkonvensional disitu pun banyak para pekerja Tambang Inkonvensional, Mitra, pemilik lahan, dan Pihak PT TIMAH, Mitra kita akan melihat apakah itu IUP PT TIMAH

Mitra pun mengatakan lahan di situ seluas 4 hektar lebih, jadi mitra dan perangkat Kampung di dampingi PT TIMAH pergi lah ke lokasi yang akan di buka tambang menggunakan ponton menyeberangi alur Sungai atau DAS

Setelah sampai di lokasi dari pihak PT TIMAH melakukan pengecekan yang di tunjuk seorang warga atas nama Deni (angek) titik titik lokasi

Ternyata selesai pengecekan lokasi itu semua di luar IUP PT TIMAH kita akan kaji ulang dan banyak proses yang akan kita lakukan karena ini DAS dan Hutan Bakau(Mangrove) kita harus melibatkan BLH dan Warga setempat Ujar Agung Wastam wilayah kudai

Bapak Yunizar selaku PLT Kaling Jalan Laut di dampingi ketua RT dan warga mengatakan bahwa kita ada pertemuan dengan warga sabtu malam 26/12/2020 di balai Pertemuan Jalan Laut Sungailiat, mereka mengatakan bahwa Kami MENOLAK KERAS dan dari dulu sudah ada perjanjian tidak boleh ada tambang apa pun di daerah kami Jalan laut Sungailiat Bangka kecamatan Matras

Komentar

News Feed