oleh

Warga Masyarakat : Pemerintah Desa Pilangsari Kurang Tegas Melayani Laporan Masyarakat Terkait Orang Gangguan Jiwa (OGJ)

Bojonegoro, Investigasibhayangkara.com — Di Desa Pilangsari, tepatnya di RT 05, RW 02 terdapat salah satu warga yang terkena gangguan jiwa atau stres, yang sudah membuat resah lingkungan dan bahkan sudah mengancam keselamatan nyawa keluarga nya sendiri. Mereka bernama Dono ( DN ), berusia sekitar 79 tahun.

Adapun yang menjadi sasaran di saat mereka kumat adalah istri dan juga tetangga nya, selalu memukuli istrinya serta melempari rumah keponakan nya dan juga mengancam akan membunuh nya.

Dengan adanya kejadian tersebut istri nya DN serta keponakan nya sampai tak berani untuk tinggal di rumah nya sendiri, bahkan sampai melaporkan kejadian tersebut ke Pemerintah Desa Pilangsari untuk meminta perlindungan serta meminta agar Pemerintah Desa menindak untuk di bawa ke rumah sakit jiwa agar di tes kejiwaannya secara medis, namun pihak Pemerintah Desa Pilansari sama sekali tak ada tindakan demi keamanan, yang ada hanya koordinasi terus menerus.

DN kumat dan mengamuk serta melempari batu dan menyakiti istrinya terjadi pada hari Sabtu tanggal 16/10/2021, dan mulai tanggal itu istri dan keponakannya sudah melapor tak ada tindakan tegas sampai detik ini, karena kepengen aman sehingga semua keluarga mengungsi ke rumah keluarga lain nya.

Menurut keterangan Lami istrinya DN bahwa setiap kali DN kumat pasti dirinya selalu di pukuli dan istri keponakan nya yang bernama Sukisti selalu di hujat serta ingin di bunuhnya, Sabtu (16/10/21).

“Nggeh, nek umat mesti ngamplengi kulo, yo umpah umpah Kesti yo arep di pateni, “ucap Lami istri DN”.

Menurut keterangan Sukisti bahwa apa yang di sampaikan oleh Lami tersebut benar adanya, dan banyak saksi tetangga, dan juga itu sering kali terjadi, bahkan DN berusaha akan membunuh dirinya.

“Saya sudah berkali kali lapor ke Pemerintah Desa, baik ke perangkat maupun ke Kepala Desa nya juga, tetapi apalah daya orang kecil yang bodoh ini, laporan selalu di koordinasikan terus menerus dan sama sekali tak ada tindakan untuk keselamatan, ” ucap Sukisti”.

Menurut keterangan saksi mata, Wariadi tetangga dekat DN bahwa apa yang di sampaikan oleh Lami dan Sukisti memang benar sekali.

” Ya saya melihat dengan mata ku sendiri bahwa setiap kali DN kumat pasti Lami dan Sukisti yang di musuhinya,”ucap Wariadi”.

Melihat kejadian dan menganalisa keterangan dari beberapa pihak, baik dari istri DN maupun dari Sukisti serta saksi mata kejadian Wariadi, awak media mengklarifikasi ke Pemerintah Desa yakni ke Kepala Desa nya, dan menurut awak media itu benar benar terjadi, akan tetapi tak ada tindakan sama sekali.

Kepala Desa Pilangsari Deni H saat di konfirmasi awak media terkait laporan menyampaikan bahwa pihak nya akan menindaklanjuti dan akan berkoordinasi dengan Polsek dan akan selalu koordinasi.

“Ya saya akan koordinasi dengan Polsek dan pihak Kesehatan, tunggu nanti saya kabari, ” ucap Deni Kades Pilangsari kepada awak media IBI”.

Kepercayaan masyarakat dengan pemerintahan di Desa Pilangsari sudah memudar, karena laporan berkali kali tak ada tindakan langsung di TKP, adanya musyawarah dan musyawarah, dan selalu musyawarah, sehingga apabila darurat keduluan si pelapor jadi korbannya si DN.

Dengan adanya hal tersebut awak media IBI meminta dengan hormat dan sangat kepada Pemerintah Pusat, maupun Pemerintah Daerah untuk memperhatikan segala keluh dan kesah warga dan masyarakatnya, mengingat bahwa masyarakat adalah ujung tombak dari suatu pemerintahan, maka pemerintah harus melayani dan juga melindungi masyarakat sepenuhnya.

Reporter : Sunarto

News Feed