Warga Tolak Sampah, Walikota Serang: Ancam “Akan Copot Lurah dan Camat”

Investigasi Bhayangkara Indonesia

Serang- Belum lama ini telah terjadi pro dan kontra terkait kiriman pembuangan sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cilowong, Kecamatan Taktakan Kota Serang, Provinsi Banten. Pasalnya, kiriman sampah dari Pemerintah Tangerang Selatan (Tangsel) ditolak oleh sebagian masyarakat di sekitar area TPA, Cilowong Kecamatan Taktakan, Kota Serang, Banten.

Sebelumnya antara pihak Pemerintah Tangerang Selatan dan pihak Pemerintah Kota Serang, Provinsi Banten, telah sepakat bekerja sama dalam pembuangan sampah dari Tangsel tersebut telah dituangkan pada MoU.

Seiring perjalanan waktu pelaksanaan pembuangan sampah dari Tangsel ke Kota Serang, sebagian dari warga di lintas tempat pembuangan sampah akhir menolak keras kehadiran limbah tersebut. Bahkan iring –  iringan kendaran truk pengangkut sampah dari Tangsel, menuju Cilowong yang hendak membuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA)  pada tengah malam dilarangnya oleh masyarakat sekitarnya dan ditumpahkan di depan Kantor kelurahan Cilowong serta di Kantor Kecamatan Taktakan.

Adanya aksi dari masyarakat tersebut sebagai tanda bentuk kekecewaan terhadap pemerintahan Kota Serang, yang telah mengingkari kesepakatan konfensasi sebesar 10 persen, dari 25 miliar hasil pemberian bentuk kontribusi Pemerintahan Tangerang Selatan (Tangsel). Hal itu disampaikannya oleh Edy dari perwakilan masyarakat yang menolak keberadaan sampah dari Tangsel tersebut. Rabu (27/10/21).

Menurut dia, bahwa terjadinya aksi masyarakat yang melarang pembuangan sampah ke Tempat Pembuangan  Akhir di Cilowong itu, lantaran adanya rasa kesal terhadap Lurah dan Camat Taktakan yang telah menurunkan spanduk bertanda kontra dari masyarakat tanpak adanya musyawarah terlebih dahulu dan selain itu juga masyarakat telah kecewa terhadap Walikota Serang yang telah mengabaikan janjinya akan memberikan konfensasi kepada masyarakat setempat.

” Dalam kesepakatan tersebut Pihak Walikota Serang berjanji akan memberikan dana konfensasi dua miliar lima ratus juta dimuka, kepada seluruh masyarakat yang terdampak limbah sebelum pelaksanaan pembuangan dimulai. Pada kenyataannya itu bohong semua, dan sampai pelaksanaan pembuangan sampah berjalan sudah hampir tiga Minggu, janji dari Walikota Serang diingkarinya dan tidak ada realisasi kepada masyarakat.” Ungkap Edy.

Setelah adanya aksi warga Taktakan yang menolak sampah dari Tangsel hingga pada penumpahaan sampah di depan kantor Kelurahan Cilowong dan di depan. Kantor Kecamatan Taktakan, berujung pada ancaman  warga Taktakan yang menuntut agar Lurah Cilowong dan Camat Taktakan yang sekarang di copot dari jabatannya. ” Lurah Cilowong dan Camat Taktakan sudah tidak layak lagi memangku jabatannya, karena tidak becus dalam mengayomi masyarakat dan juga membuat kekisruhan dalam menjalankan kebijakannya,” Ungkap Edi

Lanjutnya, bahwa sakit hati masyarakat akan terobati jika Walikota Serang sebelum pelaksanaan pembuangan sampah kembali dimulai lebih baiknya terlebih dahulu harus mengganti pejabat lurah Cilowong dan Camat Taktakan sesuai tuntutan mereka.

Pada saat lurah Cilowong dan Camat Taktakan hendak dimintai konfirmasi tidak ada di kantornya, dan hanya sekretaris Camat (Sekmat) Taktakan yang berhasil dimintai konfirmasi,. Menurut keterangan Sekmat Taktakan kalau mengenai adanya tumpahan sampah depan kantor Kecamatan Taktakan yang barusan terjadi itu, dia tidak mengetahuinya, karena kejadian itu mendadak ditengah malam.

Dilain tempat, sesuai keterangan iipyanto Kadis Lingkungan Hidup (LH) Kota Serang, bahwa mengenai kejadian pembuangan sampah di kantor kelurahan dan kecamatan itu, seharusnya tidak boleh terjadi. ” Tidak ada permasalahan yang tidak ada jalan keluarnya, artinya pasti ada solusinya dengan cara mempersamakan  femahaman,.” Papar Iip.

Kemudian Iip pun menambahkan kalau yang namanya di masyarakat pasti ada yang pro dan kontra, mereka hanyalah sekedar menuntut konfensasi saja dan kami dari pihak Pemkot Serang juga sudah menyetujui dengan pemberian konfensisasi 10 persen.

Sementara itu, menurut H. Syafrudin, Walikota Serang, pada keterangannya, akan menyetop dulu kegiatan pengiriman sampah dari Tangsel tersebut, sebelum persoalan dengan Warga Taktakan yang kontra diselesaikan. Disinggung mengenai adanya kesepakatan dari Walikota Serang yang telah menyetujui tuntutan Warga Taktakan, akan mengganti Lurah Cilowong dan Camat Taktakan, dibenarkannya oleh H. Syafrudin, Walikota Serang, ” Ya benar akan saya ganti dan pasti itu akan diganti.” Pungkas Walikota Serang. (YG)