oleh

Warga Tolak Wacana Pesantren Kampung Baru Sebagai Lokasi Karantina Mahasiswa Corona

Investigasi Bhayangkara Indonesia, Subulussalam – Pemerintah Kota Subulussalam berencana akan menjadikan wilayah Kampung Baru sebagai tempat karantina penularan wabah virus Corona.

Terkait dengan rencana tersebut, lokasi yang akan digunakan di Pesantren Minhajussalam Kampung Baru Kecamatan Penanggalan Kota Subulussalam Aceh, guna mengisolasikan pasien yang termasuk Orang Dalam Pemantauan (ODP) virus corona (Covid-19) yang berasal dari kalangan mahasiswa.

Melihat situasi dan kondisi saat ini, terkait dampak dari penyebaran virus tersebut yang telah menimbulkan keresahan, masyarakat Kampung Baru menolak wacana Pemko Subulussulam tersebut.

Agar tidak terjadi gejolak di masyarakat setempat, maka Kepala Desa Kampung Baru mengirim surat permohonan untuk mempertimbagkan kembali rencana tersebut.

Asaludin, Kepala Desa Kampung Baru, Senin (30/3/202) Kepada Investigasi Bhayangkara Indonesia menyampaikan, bahwa dampak jika ditempatkan pesantren Minhajussalam Kampung Baru jadi pusat karantina, santriwan/wati yang dari luar daerah pasti akan berkurang.

Menurut Asaludin, beberapa orang tua yang anaknya mondok di pesantren tersebut telah memberikan ultimatum akan menarik dan memindahkan anaknya ke sekolah lain jika Pemko tetap menempatkan lokasi karantina di desa Kampung Baru tepatnya di pesantren.

“Masyarakat akan menindak tegas dan menutup gerbang tersebut. Dikarenakan dampaknya terlalu berbahaya. Masyarakat menuntut saya, yang merasa keberatan bila pesantren tersebut dijadikan tempat karantina. Atas keberatan masyarakat Desa Kampung Baru ini, saya mohon kepada Bapak Walikota Subulussalam, untuk meninjau dan mempertimbangkan kembali keputusan ini,” tutup Asaludin. ( Laporan Korwil Aceh – Baharuddin Berutu )

 

Komentar

News Feed