Tiakur, komandonews.com -Komandan Kodim (Dandim) 1511/Pulau Moa, Letkol Inf Nuriman Siswandi tiba di bandara Jos Imsula Orno, Moa Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD), Sabtu (28/6/2025).
Saat tiba di bandara, Dandim yang baru ini didampingi istrinya mendapat penyambutan bercorak adat kalwedo. Ia disambut dengan upacara adat yang memadukan tradisi kalwedo MBD, menciptakan suasana penyambutan yang hangat dan khidmat bersama warga atau tokoh adat desa Werwaru kecamatan Moa, yang hadir dalam proses penyambutan.
Prosesi adat berlangsung sakral, diwarnai dengan pantun timur atau nyanyian penyambutan, simbol-simbol budaya seperti suguhan minuman sopi dan Siri pinang, yang mencerminkan persatuan dalam keberagaman.
Terpantau, suasana tersebut memperlihatkan kuatnya nilai-nilai kearifan lokal dalam menyambut tamu atau Dandim 1511/Pulau Moa di MBD.
Pada acara penyambutan itu, Letkol Inf Nuriman Siswandi juga disambut Bupati MBD, Benyamin Th. Noach bersama unsur Forkopimda, perwira penghubung TNI AU, Perwira penghubung TNI AD, Danki Brimob MBD, Para PJU Kodim dan PJU Polres setempat.
Kehadiran mereka menambah semarak dan kekhidmatan penyambutan, setelah tiba di bandara rombongan kembali ke kediaman Bupati.
Bupati MBD Benyamin Th. Noach dalam sambutannya mengatakan, MBD jadi rumah buat kita semua, karena budaya kita adalah gotong royong yang sudah mengakar dalam kehidupan masyarakat MBD dalam bingkai budaya syoliteta dan kalwedo (cinta kasih dan saling menolong).
Budaya kalwedo, kata bupati merupakan suatu cara masyarakat MBD menyambut tamu atau memperlakukan tamu itu seperti seorang raja (tuan dan nyonya).
“Untuk itu, dalam proses penyambutan di bandara telah kita sama-sama melihat bahwa pantun atau nyanyi penyambutan, minum sopi, dan makan siri pinang itu suatu tanda bahwa Pa Dandim dan keluarga telah menjadi bagian dari masyarakat MBD,” ucap Noach.
Bupati juga menjelaskan bahwa, MBD merupakan wilayah yang kering, kepulauan 3T dan berada pada perbatasan Timor Leste dan juga Negara Australia. Sehingga tidak ada tempat hiburan yang memadai.
“Jadi biasanya forkopimda hanya ada dalam agenda kunjungan keluarga atau silaturahmi di kediaman Kajari atau Kapolres dan seterusnya untuk sekedar ngopi sambil berdiskusi,” tuturnya.
Pada kesempatan itu, bupati berharap kiranya forkopimda jadi garda terdepan dalam menyelesaikan persoalan-persoalan mengenai kesehatan, pendidikan dan kesejahteraan di bumi MBD.
Selain itu, menjaga kekompakan dan terus bergandengan tangan untuk mewujudkan masyarakat MBD yang sejahtera. “Kalaupun ada yang masih kurang -kurang itu adalah tanggung jawab kita bersama,” tandas Noach.
Sementara ditempat yang sama, Dandim 1511/Pulau Moa, Letkol Inf Nuriman Siswandi menyampaikan rasa syukur atas sambutan hangat bagi ia dan keluarganya terima.
Ia mengungkapkan kebanggaannya atas kehormatan tersebut dan menyatakan komitmennya untuk menjalankan tugas dengan sepenuh hati dan demi keamanan dan kesejahteraan masyarakat MBD.
Dirinya juga menegaskan pentingnya kerja sama dengan seluruh elemen masyarakat dalam menjaga stabilitas dan mendukung pembangunan daerah.
Menurutnya, penyambutan ini menjadi simbol semangat kebersamaan dan harapan baru bagi masyarakat MBD.
“MBD jadi contoh sinergi Forkopimda di wilayah Maluku dan walaupun kita berada wilayah kepulauan 3T dan perbatasan ini, kekompakan ini suatu kebiasaan yang telah di jalankan oleh Dandim sebelumnya dan hal tersebut akan dilanjutkan,” katanya.
Disamping itu, sambung Dandim, dengan ikatan kekeluargaan yang kuat dalam tatanan budaya kalwedo dan gotong royong ini, masyarakat MBD akan sejahtera.
Diakhir sambutannya, Ia mengutip kata bijak Einstein yang mengatakan bahwa ‘Cobalah untuk tidak menjadi orang yang sukses, tapi cobalah untuk menjadi orang yang berharga’.
“Prinsip hidup ini mengajarkan kita untuk hidup menjadi bermakna bagi orang lain, bukan kita menjadi orang kaya dan hidup tidak bermakna,” kunci Letkol Nuriman. (JQ)









