investigasibhayangkara.com||
Meulaboh – Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Aceh Barat, Husensah, mengungkapkan sebanyak 1.106 anak di kabupaten tersebut tercatat putus sekolah.
Salah satu faktor penyebabnya adalah minat anak yang lebih memilih melanjutkan pendidikan di sekolah agama atau pesantren dibanding sekolah umum.
“Menyikapi hal ini, kami menyarankan agar di tingkat dayah atau pesantren yang tidak memiliki sekolah umum dapat diberlakukan sistem ujian paket,” kata Husen di Meulaboh, Selasa (16/9/2025).
Ia menjelaskan, kebijakan ini akan segera dibahas bersama pengelola pesantren.
Meskipun para santri mendapatkan banyak pelajaran agama, mereka tetap harus diberi kesempatan memperoleh pendidikan formal melalui program tersebut.
Sistem ujian paket yang dimaksud meliputi Paket A untuk tingkat Sekolah Dasar (SD), Paket B untuk Sekolah Menengah Pertama (SMP), dan Paket C untuk Sekolah Menengah Atas (SMA).
“Kita akan menyusun langkah dan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk merealisasikan kebijakan ini,” ujarnya.
Menurut Husen, sebagian besar anak yang putus sekolah berada pada jenjang SD ke SMP dan SMP ke SMA.
Pemerintah daerah akan memprioritaskan penanganan masalah ini agar tidak ada lagi anak putus sekolah di Aceh Barat. ***



