KUR Rp243 Triliun vs Pinjol Rp106 Triliun — Jangan Sampai Rakyat Lebih Mudah Berutang daripada Berusaha

Data Kunci:

  • KUR: Rp243,3 Triliun ke 3,77 juta debitur (per 6 Okt 2026)
  • Pinjol: Outstanding Rp106,94 Triliun (Agustus 2026) tumbuh 22,07% YoY — data OJK

Pernyataan Tajam Ketum Yoyok Pitoyo:

  1. Ironi Akses: Buka warung/petani butuh KUR dipersulit admin, verifikasi, riwayat. Pinjol cukup HP 5 menit cair. Akibatnya UMKM pakai pinjaman mahal untuk modal kerja.
  2. Gugat Himbara & AI: Kalau pinjol bisa pakai AI untuk ACC cepat, kenapa Bank Himbara (BRI, Mandiri, BNI, BTN, BSI) belum pakai AI untuk permudah KUR? AI harusnya untuk bantu analisis arus kas warung, verifikasi dokumen, bukan hanya efisiensi internal bank.
  3. Transparansi Bank Danai Pinjol: KOPITU pertanyakan — berapa besar dana bank yang justru mengalir ke perusahaan fintech pinjol via channeling/executing? Jangan sampai bank lebih mudah danai pinjol daripada UMKM langsung. Harus transparan bunga, biaya, risiko.
  4. KUR via Marketplace Harus Diawasi: Banyak KUR disalurkan lewat perantara marketplace. KOPITU minta kejelasan: mana yang benar KUR subsidi, mana kredit komersial? Apakah ada biaya tambahan? Apakah UMKM konvensional (di pasar Jambi) kebagian adil vs yang di ekosistem digital?

7 Desakan KOPITU:

  1. Digitalisasi pengajuan KUR berbasis AI
  2. Sederhanakan syarat KUR mikro tanpa abaikan prudential
  3. Transparansi pendanaan bank ke fintech
  4. Evaluasi KUR via marketplace
  5. Penilaian kelayakan berbasis aktivitas usaha riil, bukan hanya pembukuan formal
  6. Penguatan pendampingan UMKM
  7. Publikasi indikator sukses KUR: bukan hanya besar dana, tapi jumlah debitur baru, pemerataan wilayah, waktu approval, tingkat penolakan, dampak usaha.

Closing Quote Ketum Yoyok:

“Jangan sampai rakyat lebih mudah berutang daripada berusaha. Ukuran keberhasilan ekonomi rakyat bukan seberapa besar masyarakat mampu berutang, melainkan seberapa besar kesempatan mereka untuk membangun usaha, menciptakan lapangan kerja, dan meningkatkan kesejahteraan.”


Ketum, rilis ini sangat kuat untuk didorong ke media nasional.

IRJEN P SANDI

IRJEN P SANDI

IRJEN P[OL ANDRY WIBOWO

IRJEN P[OL ANDRY WIBOWO

IRJEN POL IWAN KURNIAWAN

IRJEN POL IWAN KURNIAWAN

IRJEN IWAN KURNIAWAN

IRJEN IWAN KURNIAWAN

Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko, S.I.K.,

Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko, S.I.K.,

A

A