Bekali Peserta Sespimmen, Korlantas Polri Tekankan Polisi Hadir di Tengah Masyarakat

Fakta & Profesional

Lembang, Investigasibhayangkara.com– Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri memberikan pembekalan kepada peserta Sekolah Staf dan Pimpinan Menengah (Sespimmen) Dikreg ke-67 di Gedung Soemarto Sespim, Lembang, Jawa Barat, Jumat (23/10/2026).

Dirkamsel Korlantas Polri Brigjen Pol. Chiko Ardwiatto menekankan pentingnya penerapan arah kebijakan “Polisi Bersama Masyarakat” dalam setiap pelaksanaan tugas kepolisian di bidang lalu lintas. Pendekatan ini diwujudkan melalui pelayanan yang humanis, responsif, profesional, serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Ia juga mengingatkan para peserta agar mampu memahami karakteristik wilayah tugas masing-masing, mulai dari kondisi jalan, tingkat kepatuhan pengguna jalan, hingga titik rawan kecelakaan dan kemacetan.

“Ketika menjadi pemimpin di suatu wilayah, segera petakan kondisi internal dan eksternal, termasuk situasi lalu lintas, angka kecelakaan, dan potensi gangguan yang dapat memengaruhi aktivitas masyarakat,” terang Dirkamsel Korlantas Polri.

Selain itu, Dirkamsel juga mendorong penguatan upaya preventif melalui edukasi dan kampanye keselamatan berlalu lintas secara masif. Penegakan hukum juga perlu mengedepankan pendekatan edukatif agar masyarakat tidak hanya mematuhi aturan, tetapi memahami pentingnya keselamatan.

“Kita lebih mengedepankan upaya preventif. Kalau pencegahannya sudah baik, penegakan hukum dan kejadian kecelakaan diharapkan dapat berkurang,” katanya.

Menurutnya budaya tertib berlalu lintas perlu dibangun sejak usia dini. Polisi diharapkan hadir sebagai sosok pelindung dan pengayom yang dekat dengan masyarakat, bukan sosok yang ditakuti. Lewat pendekatan humanis dinilai penting untuk menumbuhkan kepercayaan masyarakat terhadap kepolisian sekaligus membangun kesadaran keselamatan secara berkelanjutan.

Di sisi lain, penanganan persoalan lalu lintas membutuhkan sinergi antara Polri, kementerian dan lembaga, pemerintah daerah, serta pemangku kepentingan lainnya. Koordinasi perlu dilakukan secara langsung di lapangan, termasuk dalam perencanaan pembangunan yang berdampak pada kapasitas jalan dan keselamatan masyarakat.

“Koordinasi dan komunikasi tidak akan terwujud kalau kita tidak langsung turun ke lapangan dan hadir di tengah masyarakat,” jelasnya.

Pembekalan ini turut membahas penerapan lima pilar keselamatan lalu lintas, yakni manajemen keselamatan, jalan yang berkeselamatan, kendaraan yang berkeselamatan, pengguna jalan yang berkeselamatan, serta penanganan korban kecelakaan.

Peserta juga mendapatkan materi mengenai manajemen operasional lalu lintas dalam kondisi normal, saat terjadi gangguan, hingga pemulihan arus. Penanganan dilakukan melalui respons cepat, koordinasi lintas instansi, penempatan personel yang tepat, dan penyesuaian rekayasa lalu lintas berdasarkan situasi lapangan.

Melalui kegiatan sharing knowledge ini, Korlantas Polri berharap peserta Sespimmen Dikreg ke-67 dapat memperkuat kapasitas kepemimpinan dan meningkatkan kemampuan dalam mengidentifikasi serta menyelesaikan persoalan lalu lintas di wilayah tugas masing-masing. (**Red)

IRJEN P SANDI

IRJEN P SANDI

IRJEN P[OL ANDRY WIBOWO

IRJEN P[OL ANDRY WIBOWO

IRJEN POL IWAN KURNIAWAN

IRJEN POL IWAN KURNIAWAN

IRJEN IWAN KURNIAWAN

IRJEN IWAN KURNIAWAN

Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko, S.I.K.,

Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko, S.I.K.,

A

A