Investigasibhayangkara.com,
MAGELANG, POLDA JATENG — Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol. Roy Hardi Siahaan, S.I.K., S.H., M.H., terus memperkuat sinergi dengan ulama dan tokoh agama sebagai bagian dari upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di Jawa Tengah. Sejak awal menjabat, Kapolda secara konsisten menyempatkan diri bersilaturahmi dengan sejumlah ulama dan tokoh agama berpengaruh di berbagai daerah, khususnya saat melaksanakan kunjungan kerja ke sejumlah Polres jajaran.
Konsistensi tersebut terlihat dari beragam kegiatan silaturahmi yang dilaksanakan Kapolda ke sejumlah pondok pesantren di Jawa Tengah selama Oktober 2026. Kunjungan tersebut meliputi Pondok Pesantren Arwaniyyah di Kabupaten Kudus pada 14 Oktober, Pondok Pesantren Darussalam Sempon di Kabupaten Semarang pada 20 Oktober, Pondok Pesantren Nurrun Alannur 2 di Kabupaten Wonosobo pada 21 Oktober, serta Pondok Pesantren Darul Ulum di Kabupaten Batang pada 23 Oktober. Terbaru, Kapolda bersama Wakapolda Brigjen Pol. Andi Herindra Rahmawan dan sejumlah pejabat utama Polda Jateng bersilaturahmi dengan Pengasuh Pondok Pesantren Darussalam Timur Watu Congol, KH. Agus Ali Qoisor, di Gunungpring, Kecamatan Muntilan, Kabupaten Magelang, Sabtu (31/10/2026).

Silaturahmi tersebut tidak sekadar menjadi bentuk penghormatan kepada ulama dan tokoh agama, tetapi juga sarana dialog untuk mendengarkan aspirasi, bertukar pandangan, serta membahas berbagai persoalan sosial dan keagamaan di masyarakat. Melalui komunikasi tersebut, Kapolda turut menyampaikan arah kebijakan Polda Jateng, khususnya penegakan hukum yang tegas dan profesional, perlindungan terhadap kelompok rentan, serta pelayanan yang responsif terhadap laporan maupun keluhan masyarakat.
Dalam pertemuan tersebut, Kapolda juga memohon doa restu dan dukungan para ulama agar pelaksanaan tugas kepolisian dalam menjaga keamanan, memberikan perlindungan, dan melayani masyarakat dapat berjalan dengan baik. Sinergi tersebut sekaligus menjadi wujud komitmen membangun kebersamaan antara Polri dan seluruh elemen masyarakat sebagaimana semangat Polisi Bersama Masyarakat.
Kapolda Jateng melalui Kabid Humas Kombes Pol. Yuliyanto menyampaikan bahwa menjaga kondusivitas kamtibmas bukan hanya menjadi tanggung jawab kepolisian, melainkan membutuhkan dukungan dan partisipasi seluruh elemen masyarakat.
Keterlibatan ulama dan tokoh agama dinilai memiliki peran penting dalam membangun kesadaran sosial, memperkuat kerukunan, serta mencegah potensi gangguan kamtibmas di tengah masyarakat. Melalui keteladanan, nasihat, dan pengaruh sosial yang dimiliki, para tokoh agama dapat menjadi mitra strategis Polri dalam menciptakan lingkungan yang aman, damai, dan kondusif.
“Polri tidak bisa bekerja sendiri dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Sinergi dengan ulama, tokoh agama, dan seluruh elemen masyarakat menjadi bagian penting dalam membangun lingkungan yang harmonis dan kondusif. Melalui komunikasi dan kebersamaan, berbagai persoalan di masyarakat dapat dideteksi dan dicarikan solusi bersama,” ungkapnya.
Sumber: Humas Polda
Jurnalis: YUDHI

