TUTUYAN, BOLAANG MONGONDOW TIMUR — Kondisi fasilitas olahraga lapangan basket di depan Kantor Bupati Bolaang Mongondow Timur (Boltim) menjadi sorotan setelah dokumentasi lapangan memperlihatkan kerusakan pada sejumlah bagian, mulai dari permukaan lapangan yang mengelupas hingga papan pantul ring basket yang tampak rusak.
Proyek yang disebut menelan anggaran ratusan juta rupiah tersebut menuai pertanyaan mengenai kualitas hasil pekerjaan dan pengawasan pelaksanaannya. Terlebih, berdasarkan informasi yang diterima redaksi, kerusakan itu terlihat sebelum genap empat bulan sejak pekerjaan dinyatakan selesai.

Dokumentasi yang diterima Investigasi Bhayangkara Indonesia memperlihatkan lapisan permukaan berwarna merah dan biru terkelupas di berbagai titik. Sejumlah bagian tampak memperlihatkan material di bawah lapisan tersebut, sementara serpihan permukaan terlihat terlepas dan berserakan di lapangan.
Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran mengenai ketahanan permukaan lapangan serta keselamatan masyarakat dan atlet yang menggunakannya.
KERUSAKAN FISIK MEMUNCULKAN PERTANYAAN
Dalam foto dokumentasi, kerusakan permukaan terlihat tidak hanya pada satu titik. Pengelupasan tampak tersebar di sejumlah bagian lapangan, termasuk di sekitar garis permainan dan area berwarna biru maupun merah.

Selain permukaan lapangan, papan pantul ring basket juga terlihat mengalami kerusakan pada bagian tengah. Kondisi tersebut perlu mendapatkan perhatian karena fasilitas olahraga publik semestinya memenuhi persyaratan kelayakan dan keselamatan penggunaan.
Meski demikian, penyebab pasti kerusakan belum dapat disimpulkan hanya berdasarkan dokumentasi visual. Pemeriksaan teknis diperlukan untuk mengetahui apakah kondisi tersebut berkaitan dengan mutu material, metode pelaksanaan, proses pemasangan, pemeliharaan, atau faktor lainnya.

STANDAR TEKNIS LAPANGAN BASKET PERLU DIPERIKSA
Persoalan lain yang turut menjadi perhatian adalah kesesuaian ukuran lapangan, garis batas, garis tembakan tiga angka (three-point line), garis lemparan bebas (free-throw line), serta penempatan tiang dan papan pantul ring basket.
Seluruh aspek tersebut perlu diverifikasi melalui pengukuran langsung dan dibandingkan dengan spesifikasi dalam dokumen kontrak serta standar teknis yang berlaku. Jika lapangan diproyeksikan untuk memenuhi standar Federasi Bola Basket Internasional (FIBA), kesesuaiannya juga perlu diperiksa berdasarkan ketentuan FIBA yang relevan.
Pemeriksaan tersebut penting agar penilaian terhadap kualitas pembangunan tidak hanya didasarkan pada tampilan fisik, tetapi juga pada hasil pengukuran dan dokumen teknis yang dapat dipertanggungjawabkan.
HENDRA ABARANG DESAK PEMERINTAH DAERAH BERTINDAK
Hendra Abarang, S.Hut., mantan Sekretaris PERBASI Kotamobagu sekaligus atlet basket veteran Bolmong Raya, sebelumnya menyampaikan keprihatinan terhadap kondisi fasilitas olahraga tersebut.
Ia menilai pembangunan lapangan basket seharusnya memperhatikan ketepatan ukuran, kualitas konstruksi, serta keamanan dan kenyamanan pengguna.
“Seharusnya pihak kontraktor melibatkan tenaga teknis, konsultan, atau setidaknya para pemain basket setempat yang memahami ukuran baku, agar terbangun sebuah lapangan basket yang benar-benar berstandar FIBA di Boltim. Ini bukan sekadar soal cat, melainkan soal ketepatan ukuran, keamanan, dan kenyamanan pemakai,” ujarnya.
Hendra meminta Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow Timur, khususnya dinas teknis yang bertanggung jawab atas proyek tersebut, segera melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap hasil pekerjaan.
Ia juga mendorong agar pihak pelaksana dimintai penjelasan mengenai kualitas material, kesesuaian pekerjaan dengan spesifikasi kontrak, serta tanggung jawab terhadap kerusakan yang ditemukan.
“Jangan sampai fasilitas yang dibangun menggunakan anggaran daerah justru cepat rusak dan tidak memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat. Ini perlu menjadi perhatian serius, terlebih fasilitas olahraga sangat penting untuk mendukung pembinaan dan prestasi generasi muda,” tegasnya.
Menurutnya, pembangunan fasilitas publik seharusnya mendukung semangat program “Boltim Bangkit”, bukan justru menyisakan persoalan kualitas yang perlu segera ditangani.
DINAS TEKNIS DAN KONTRAKTOR PERLU MEMBERIKAN PENJELASAN
Atas kondisi tersebut, Pemerintah Kabupaten Boltim melalui dinas teknis terkait perlu segera melakukan evaluasi. Pemeriksaan dapat mencakup kondisi konstruksi, kualitas permukaan, kelayakan papan pantul, dimensi lapangan, serta kesesuaian hasil pekerjaan dengan dokumen kontrak.
Dokumen nilai kontrak, spesifikasi teknis, berita acara serah terima pekerjaan, masa pemeliharaan, dan laporan pengawasan juga penting ditelusuri untuk memastikan tanggung jawab masing-masing pihak.
Apabila hasil pemeriksaan menemukan ketidaksesuaian dengan kontrak atau spesifikasi teknis, langkah perbaikan maupun tindakan administratif perlu dilakukan sesuai ketentuan yang berlaku.
Redaksi menilai persoalan ini layak mendapat perhatian serius karena menyangkut penggunaan anggaran daerah dan manfaat fasilitas publik bagi masyarakat. Namun, penetapan adanya kelalaian, pelanggaran kontrak, ataupun tanggung jawab pihak tertentu harus didasarkan pada bukti dan hasil pemeriksaan yang dapat diverifikasi.
REDAKSI BUKA RUANG KLARIFIKASI
Hingga rilis ini disusun, keterangan resmi dari kontraktor pelaksana dan dinas teknis terkait belum tersedia dalam bahan pemberitaan yang diterima redaksi. Oleh karena itu, klarifikasi mengenai nilai proyek, waktu penyelesaian, spesifikasi pekerjaan, penyebab kerusakan, dan status pemeliharaan masih diperlukan.
Investigasi Bhayangkara Indonesia akan terus mendorong keterbukaan informasi dan pengawasan terhadap pelaksanaan pembangunan fasilitas publik. Redaksi membuka ruang yang proporsional bagi Pemerintah Kabupaten Boltim, dinas teknis, kontraktor pelaksana, maupun pihak lain yang berkepentingan untuk menyampaikan klarifikasi dan hak jawab sesuai ketentuan yang berlaku.
Reporter: Deddy
Investigasi Bhayangkara Indonesia








