
INVESTIGASI BHAYANGKARA INDONESIA.COM. PALU – Suasana tegang mewarnai sudut Kelurahan Kayumalue, Kecamatan Palu Utara, Kota Palu, Senin (12/10/2026). Ratusan personel gabungan Polda Sulawesi Tengah bersama BNNP Sulteng mendadak mengepung kawasan yang selama ini dikenal sebagai sarang peredaran narkotika.
Operasi berskala besar ini merupakan wujud nyata instruksi langsung Presiden Prabowo Subianto kepada Kapolri, yang ditindaklanjuti secara tegas oleh Kapolda Sulteng Irjen Pol Rizal Irawan untuk membersihkan kantong-kantong narkoba hingga tuntas.
Kedatangan aparat sempat memicu perlawanan dari sejumlah warga setempat. Suasana kian memanas ketika massa mulai memukul tiang listrik sebagai tanda peringatan dini dan membakar tong sampah dari ban bekas demi menghalangi petugas.
Tak ingin situasi bergeser ke arah yang membahayakan, aparat kepolisian mengambil tindakan tegas dan terukur. Petugas terpaksa melepaskan tembakan gas air mata untuk membubarkan konsentrasi massa dan mengamankan perimeter penggeledahan.

Di bawah komando langsung Direktur Reserse Narkoba (Dirresnarkoba) Polda Sulteng, Kombes Pol Pribadi Sembiring, yang didukung personel Satrimob, Ditsamapta, Tim Jaguar Polresta Palu, serta satuan fungsi terkait, barisan pengamanan langsung menyisir rumah-rumah yang dicurigai menjadi lokasi transaksi haram.
Di tengah kepulan asap gas air mata dan ketegangan di lokasi, suara dukungan justru datang dari sebagian besar warga setempat yang merindukan lingkungan bersih dari narkoba. Mereka menyambut langkah aparat dengan tangan terbuka dan mendesak penindakan tanpa pandang bulu.
”Semangat, Pak Polisi! Berantas sampai kelar. Mereka itu perusak generasi bangsa. Kami dukung penuh Anda,” seru salah seorang warga dengan nada geram terhadap para bandar.

Dari hasil penggerebekan tersebut, petugas mengamankan tujuh orang terduga pelaku untuk digelandang ke markas komando guna pemeriksaan lebih intensif. Hasil tes urine memastikan seluruhnya positif mengonsumsi narkotika.
Selain manusia, petugas juga menyita sejumlah barang bukti mencengangkan yang mengindikasikan kuatnya jejaring pengamanan sindikat, mulai dari satu pucuk senapan angin, empat unit telepon genggam, satu buah brankas penyimpanan, perangkat CCTV, senjata tajam modifikasi berupa kater, gunting, dan pisau, hingga tujuh buah bong serta satu kantong perlengkapan alat hisap sabu.
”Kami juga langsung menghancurkan puluhan lapak yang diduga kuat menjadi tempat transaksi narkotika. Yang terpenting, kami terus mengimbau warga agar proaktif mencegah dan segera melapor jika mendapati aktivitas mencurigakan,” tegas Kombes Pol Pribadi Sembiring di lokasi kejadian.
Komitmen Tegas Polda Sulteng
Dihubungi secara terpisah, Kabidhumas Polda Sulteng Kombes Pol Achmad Muhaimin menegaskan bahwa penggerebekan ini adalah bukti komitmen tanpa kompromi kepolisian dalam menyelamatkan masa depan generasi muda di Bumi Tadulako.
”Kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersatu padu melawan narkoba. Peran aktif warga sangat krusial dalam memutus mata rantai peredaran gelap ini demi menjaga generasi bangsa tetap sehat dan bebas dari jeratan narkotika,” pungkasnya.**
Pewarta : Faisal



