Investigasi Bhayangkara Indonesia | Kabupaten Serang- Mengenal tempat wisata di Kabupaten Serang, Provinsi Banten, yang tidak luput dari sorotan Media Massa yaitu, Kecamatan Padarincang. Diantaranya Desa Padarincang, Desa Kadu Bereum, dan Desa Curug Goong merupakan pilihan lokasi destinasi yang cocok bagi investor yang ingin mendirikan tempat wisata desa, sesuai yang telah ditetapkan SK Bupati Kabupaten Serang tahun 2021 dan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) dan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) DPUPR Kabupaten Serang.
Menengok lebih dekat lagi tempat wisata desa, telah berdiri Kampoeng Wisata 165 merupakan salah satu wahana wisata alam dan kuliner yang sudah ada sejak tahun 2010, dengan luas sekitar kurang lebih 1 hektar, samping sungai Cikalumpang yang terletak di Desa Kadu Bereum, Kecamatan Padarincang, Kabupaten Serang, Provinsi Banten adalah milik investor tokoh Banten, KH Embay. Hal tersebut dijelaskan Opik selaku pengelola tempat Wisata itu kepada awak media di lokasi Wahana Wisata Kampung 165, Senin (07/09/2026).
Selanjutnya kata Opik, tempat wisata ini dibangun secara bertahap. Dana pembangunannya berasal dari uang hasil kunjungan wisatawan yang dikumpulkan lalu digunakan untuk pengembangan tempat. Diawali dari 1 (satu) gazebo wisata kemudian kini berkembang jumlah menjadi 10 (sepuluh) gazebo wisata.
“Meski tempat wisata ini berada diatas tanah milik salah satu tokoh Banten, KH Embay, dana awal mendirikan serta pengembangan jumlah gazebo wisata tidak dari pribadi KH Embay. Tapi, dari hasil pengelolan tempat wisata. Dan KH Embaya pun tidak mau serta tidak pernah mengambil serupiah pun hasil dari tempat wisata,”Papar Opik
Masih ucapnya, tujuan KH Embay merestui mendirikan tempat wisata yang bernama Wahana Wisata Alam Kampoeng 165 , sebatas untuk memperkenalkan wisata desa pada publik dan mengundang para investor untuk mendirikan tempat wisata di kecamatan Padarincang guna meningkatkan perekenomian masyarakat setempat dan meningkatkan PAD Kabupaten Serang.
“Selain itu dalam mengawali, KH Embay telah mendirikan tempat wisata desa ini untuk sosial, yang mana hasilnya sebagian dibagikan ke anak yatin, musolah, mesjid dll yang menyangkut layak untuk dibantu,”celoteh haru Opik.
Lalu Opik membeberkan alasan KH Embay tidak mau dan tidak pernah mengambil hasil dari tempat wisata miliknya itu. Bahwa lantaran KH Embay ekomominya sudah lebih dari cukup. Sebab, KH Embay adalah salah satu komisaris di PT Krakatau Steel (KS). Jelaslah pendapatan ekonomi dari PT KS sudah sangat melebihi jauh berlipat – lipat dari penghasilan di tempat wisata alam miliknya.
Maka dari itu, Opik menegaskan bahwa sungai Cikalumpang yang berada disamping sekitar area lokasi wahana kampung 165 , selain untuk kepentingan mengaliri 1000 sawah yang ada, juga sangat prioritas kebutuhan PT KS. “Untuk kelancaran kebutuhan PT KS, sehingga KH Embay selalu benar – benar menjaga, agar jangan sampai air dari sungai Cikalumpang tersendat dan tetap lancar terus mengalir ke jalur arus PT KS,” terangnya.
Menurut Opik, kehadiran wisata ini diharapkan bisa menjadi tempat yang nyaman untuk makan bersama keluarga dan teman-teman sambil menikmati suasana alam sungai.
“Di sini tiket masuk gratis dan tempat duduk juga gratis. Jadi warga bisa datang kapan saja tanpa biaya,” ujar Opik.
Namun tambah Opik, untuk pengunjung yang ingin mencoba susur sungai, pengelola menyediakan penyewaan perlengkapan. Untuk perjalanan sekali jalan sepanjang 1,5 km, pengunjung cukup membayar Rp30.000. Paket sewa tersebut sudah termasuk ban, helm, dan jaket pelampung.
“Dengan konsep sederhana namun asri, Kampoeng Wisata 165 kini ramai dikunjungi warga pada akhir pekan sebagai alternatif wisata keluarga dengan biaya terjangkau, pungkas Opik, pengelola Wahana kampoeng 165 milik tokoh Banten, KH Embay Sarif . (YG)







