PULAU MOA, INVESTIGASIBHAYANGKARA.COM – Kabut asap yang menyelimuti wilayah Ambon berdampak pada operasional penerbangan komersial Trigana Air menuju dan dari Bandara Jos Orno Imsula Moa, Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD). Penerbangan tersebut dilaporkan dibatalkan sejak Minggu (11/10/2026), sementara kondisi cuaca di Pulau Moa masih relatif aman untuk mendukung aktivitas penerbangan.
Kepala Satuan Pelayanan (Kasatpel) Bandara Jos Orno Imsula Moa, Ronald Songyanan, saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (13/10/2026), menjelaskan bahwa pembatalan penerbangan dipicu oleh kondisi cuaca buruk berupa kabut asap di Ambon.
“Untuk pembatalan penerbangan Ambon ke dan dari Moa akibat cuaca buruk berupa kabut asap, terjadi sejak Minggu, 11 Oktober 2026, yaitu penerbangan Trigana Air,” jelas Songyanan.
Ia menerangkan, saat ini terdapat dua maskapai yang melayani penerbangan di Bandara Jos Orno Imsula Moa, yakni Trigana Air yang melayani penerbangan komersial dan Smart Air yang melayani penerbangan perintis.
Kedua layanan penerbangan tersebut memiliki peran strategis dalam menunjang mobilitas masyarakat, distribusi kebutuhan, serta konektivitas wilayah Kabupaten MBD yang berada di kawasan kepulauan dan perbatasan.
Menurut Songyanan, kelancaran operasional penerbangan menuju dan dari Moa turut dipengaruhi oleh kondisi cuaca di Ambon. Karena itu, pemulihan kondisi cuaca menjadi salah satu faktor penting agar penerbangan dapat kembali berlangsung secara normal.
“Kalau cuaca di Ambon sudah membaik atau normal, tentunya seluruh operasional penerbangan akan kembali normal seperti biasanya,” ujarnya.
Ia berharap kondisi kabut asap di Ambon segera membaik sehingga aktivitas penerbangan kembali berjalan lancar dan masyarakat pengguna jasa transportasi udara tidak mengalami kendala berkepanjangan.
Songyanan juga mengimbau masyarakat yang hendak bepergian menggunakan pesawat agar terus memantau informasi terbaru dari pihak maskapai, terutama terkait jadwal keberangkatan, pembatalan, maupun kemungkinan perubahan jadwal penerbangan.
Dengan adanya informasi yang akurat dan terkini, masyarakat diharapkan dapat mengantisipasi perubahan perjalanan serta menyesuaikan rencana keberangkatan demi kelancaran aktivitas masing-masing.
(JQ27)

