Kapolresta Mataram Duduk Bareng Toga dan Toma Selesaikan Konflik Monjok-Karang Taliwang

๐—œ๐—ก๐—ฉ๐—˜๐—ฆ๐—ง๐—œ๐—š๐—”๐—ฆ๐—œ ๐—•๐—›๐—”๐—ฌ๐—”๐—ก๐—š๐—ž๐—”๐—ฅ๐—”.๐—–๐—ข๐— 

๐— ๐—”๐—ง๐—”๐—ฅ๐—”๐—  – Pertemuan penuh makna ketika Kapolresta Mataram bersama tokoh agama (toga) dan tokoh masyarakat (toma) guna mengatasi konflik yang meruncing antara warga Monjok dan Karang Taliwang. Pertemuan tersebut bertempat di rumah Makan Ayam Taliwang, Jln, Ade Irma Suriyani Kota Mataram, Sabtu (8/10/2023) Malam.

Kapolresta Mataram Kombes Pol. Mustofa, S.I.K.,MH dalam pertemuan tersebut menegaskan komitmen memberikan jaminan keamanan kepada warga dan mengajak mereka untuk tetap beraktivitas seperti biasa.

“Fokusnya adalah penanganan kejadian pada Jumat subuh, dimana seorang anggota polisi terkena panah. Kami meminta agar semua senjata dari kejadian tersebut diserahkan kepada pihak kepolisian,” ungkapnya.

“Proses hukum juga akan tetap berjalan terhadap para pelaku,” imbuhnya.

Kapolresta Mataram juga menyampaikan jika pihaknya telah mengamankan beberapa orang dan telah dilakukan tes urine, dimana tiga di antaranya dinyatakan positif menggunakan narkoba.

“Langkah proaktif ini diambil untuk memastikan keamanan masyarakat dari bahaya narkoba,” ujarnya.

Ditemui usai pertemuan, Kombes Mustofa menyampaikan jika perwakilan masyarakat Karang Taliwang juga bersepakat agar senjata-senjata di wilayah Monjok-Taliwang, diserahkan kepada aparat kepolisian demi terciptanya perdamaian.

“Adanya kesadaran menyerahkan senjata belumlah langkah cukup. Karena itu, para tokoh juga bersepakat membentuk atau menyusun awig-awig, yang nantinya dijadikan landasan bagi untuk bergerak bersama mencari solusi bersifat berkelanjutan,” jelasnya.

Dikatakan, warga Karang Taliwang percaya pada keseriusan Kapolresta Mataram dalam menyelesaikan konflik itu. Selain pembuatan awig-awig sebagai ketentuan yang mengatur tata krama pergaulan hidup dalam masyarakat untuk mewujudkan tata kehidupan yang ajeg di masyarakat, mereka juga merencanakan kegiatan maulid bersama untuk memperkuat silaturahmi.

“Kebersamaan dalam momen Maulid Nabi itu, menunjukkan semangat perdamaian di antara mereka,” ucapnya.

Sedangkan dalam upaya meningkatkan keamanan dan ketertiban (kamtib), diusulkan pula pemasangan CCTV dengan resolusi tinggi di wilayah tersebut.

“Hal ini juga untuk membantu mengurangi tindak kejahatan seperti pencurian kendaraan, sekaligus untuk memonitor adanya provokasi dari pihak tertentu,” tandasnya.

Sebagai informasi, para tokoh masyarakat berkomitmen untuk menyelesaikan konflik yang terjadi. Namun, mereka meminta bantuan dan kerjasama dari semua pihak, termasuk pemerintah dan tokoh masyarakat Monjok.

“Mereka berharap agar provokasi dapat dihentikan dan perdamaian segera menggantikan ketegangan yang terjadi,” ucapnya.

Pertemuan yang dihadiri perwakilan Kesbangpol dan Kasat Pol PP Kota Mataram serta toga dan toma di antaranya H. Makmun Moerad, Syafari Habibi, S.H., H. Zainuddin, Abdurrahman, Damanhuri, dan Husenc itu berakhir sekitar pukul 23.10 Wita.

๐—œ๐—ป๐—ฑ๐—ฟ๐—ฎ / ๐—ฅ๐—ฒ๐—ฑ
Bidhumas Polresta