Investigasibhayangkara.com,
JAKARTA — Nama Kombes. Pol. Dr. Reynold Elisa Partomuan Hutagalung, S.E., S.I.K., M.Si., M.H. menjadi salah satu sosok perwira menengah Polri dengan perjalanan karier yang panjang, terutama di bidang reserse dan penegakan hukum. Berbagai penugasan yang pernah dijalani membawanya dari fungsi reserse di wilayah Jawa Barat dan Polda Metro Jaya, kemudian menjadi Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok, dipercaya sebagai Sekretaris Pribadi Kapolri, memimpin Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Lampung, hingga akhirnya dipercaya mengemban amanah sebagai Kapolres Metro Jakarta Pusat.
Lahir di Jakarta dan Menempuh Pendidikan Berlapis
Reynold Elisa Partomuan Hutagalung lahir di Jakarta, 16 November 1977. Ia merupakan lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) tahun 2000. Selain pendidikan kepolisian, ia menempuh pendidikan akademik di sejumlah perguruan tinggi hingga memperoleh gelar sarjana, magister dan doktor.
Riwayat pendidikan yang tercatat antara lain:
SMA Negeri 21 Jakarta, lulus 1996.
Akademi Kepolisian (Akpol), lulus 2000.
Sarjana Ekonomi, Jurusan Manajemen – Universitas Surapati Jakarta, 2004.
Sarjana Ilmu Kepolisian – Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK), 2007.
Magister Sains – Universitas Indonesia, 2008.
Magister Hukum – Universitas Diponegoro, 2011.
Sekolah Staf dan Pimpinan Menengah (Sespimmen) Polri, Lembang, 2015.
Doktor Ilmu Kepolisian – PTIK, 2019, dengan predikat cumlaude.
Sespimti Polri Dikreg ke-34 Tahun Anggaran 2025.
Riwayat akademik tersebut menunjukkan bahwa perjalanan Reynold tidak hanya dibangun melalui pengalaman operasional, tetapi juga melalui pendidikan di bidang ekonomi, ilmu kepolisian, sains, hukum dan pendidikan strategis kepemimpinan Polri.
Mengawali Karier di Bidang Reserse
Setelah menyelesaikan pendidikan Akpol pada 2000, Reynold mengawali perjalanan kedinasannya di wilayah Bandung, Jawa Barat. Kariernya kemudian berkembang pada fungsi reserse, termasuk sebagai Kasat Reskrim Polres Bandung Barat.
Pengalaman tersebut kemudian membawanya ke wilayah hukum Polda Metro Jaya. Ia pernah dipercaya menjadi Kasat Reskrim Polres Kepulauan Seribu dan kemudian menjalani sejumlah penugasan di lingkungan Polda Metro Jaya.
Pada 2017, Reynold ditugaskan sebagai Kabag Ops Polres Metro Bekasi. Setahun kemudian, pada 2018, ia kembali mendapat penugasan di Polda Metro Jaya sebagai Koorspripim.
Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok
Pada 2019, Reynold dipercaya menduduki jabatan Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok. Pengangkatan tersebut tercatat dalam rangkaian rotasi pejabat Polda Metro Jaya yang dilakukan pada masa itu. Sebelumnya, ia menjabat Koorspripim Polda Metro Jaya.
Penugasan di wilayah Pelabuhan Tanjung Priok menjadi bagian penting dalam perjalanan kariernya karena kawasan tersebut memiliki peran strategis terhadap aktivitas logistik dan perekonomian nasional.
Dipercaya Menjadi Sekretaris Pribadi Kapolri
Pada 2020, Reynold dipercaya menjadi Sekretaris Pribadi Kapolri Jenderal Polisi (Purn.) Idham Azis. Jabatan tersebut menempatkannya dalam lingkungan tugas yang berhubungan langsung dengan agenda pimpinan tertinggi Polri.
Setelah masa jabatan Idham Azis sebagai Kapolri berakhir, Reynold kembali menjalankan penugasan di lingkungan Polda Metro Jaya dan kemudian dipercaya sebagai Wakil Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya.
Memimpin Ditreskrimum Polda Lampung
Perjalanan kariernya kembali berkembang pada 2021. Berdasarkan Surat Telegram Kapolri Nomor ST/1507/VII/KEP./2021 tertanggal 26 Juli 2021, Reynold ditugaskan sebagai Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Lampung. Saat itu ia masih berpangkat AKBP dan kemudian memperoleh kenaikan pangkat menjadi Kombes Pol.
Di Lampung, pengalaman panjangnya di bidang reserse menjadi modal dalam menangani berbagai perkara kriminal dan penegakan hukum.
Salah satu perkara yang ditangani Ditreskrimum Polda Lampung pada 2022 adalah dugaan tindak pidana perdagangan orang (TPPO) terkait rencana pengiriman calon pekerja migran Indonesia secara nonprosedural ke Singapura. Dalam kasus tersebut, sembilan calon pekerja migran berhasil diselamatkan dan dua orang tersangka diamankan.
Penghargaan atas Implementasi Restorative Justice
Salah satu catatan prestasi yang terdokumentasi dalam perjalanan tugas Reynold adalah penghargaan dari Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo pada 2022.
Ditreskrimum Polda Lampung memperoleh penghargaan dalam kategori implementasi restorative justice, yang berkaitan dengan penyelesaian perkara melalui pendekatan keadilan restoratif. Penghargaan tersebut diserahkan pada Rakernis Bareskrim Polri di Nusa Dua, Bali, pada 9 Juni 2022.
Dalam keterangannya saat itu, Reynold menekankan pentingnya penegakan hukum yang memperhatikan keadilan, kemanfaatan dan kepastian hukum, serta penerapan keadilan restoratif sesuai ketentuan yang berlaku.
Penghargaan Terkait Pengungkapan Mafia Tanah
Dalam laporan kinerja Polda Lampung tahun 2022, Reynold juga tercatat menerima penghargaan dari Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) terkait kinerja pengungkapan kasus mafia tanah di Provinsi Lampung.
Pada periode yang sama, Ditreskrimum Polda Lampung menangani sejumlah perkara menonjol, antara lain perkara pertanahan, pencurian dengan pemberatan, perampokan BRI Link, pembunuhan satu keluarga di Way Kanan, pembakaran PT Gunung Aji, serta perkara penembakan yang melibatkan anggota kepolisian.
Penghargaan dari BP2MI
Reynold juga termasuk pejabat Polda Lampung yang menerima penghargaan dari BP2MI atas keberhasilan pengungkapan perkara TPPO. Penghargaan tersebut diberikan kepada sejumlah personel Polda Lampung yang terlibat dalam penanganan perkara perdagangan orang dan penempatan pekerja migran Indonesia secara nonprosedural.
Catatan tersebut memperlihatkan bahwa periode tugas Reynold di Lampung tidak hanya berkaitan dengan penanganan kriminal konvensional, tetapi juga perkara yang memiliki dimensi perlindungan masyarakat dan pekerja migran.
Dari Analis Kebijakan hingga Pendidikan Sespimti
Sebelum kembali ke wilayah Polda Metro Jaya dan dipercaya memimpin Polres Metro Jakarta Pusat, Reynold tercatat pernah menjalankan tugas sebagai Analis Kebijakan Madya Bidang Inafis Bareskrim Polri dalam rangka mengikuti Pendidikan Sespimti Polri Dikreg ke-34 Tahun Anggaran 2025.
Pendidikan Sespimti merupakan bagian dari jenjang pendidikan strategis dalam pembentukan kepemimpinan perwira tinggi dan calon pemimpin satuan maupun organisasi Polri.
Dipercaya Memimpin Polres Metro Jakarta Pusat
Puncak penugasan terbaru Reynold berada di wilayah hukum yang sangat strategis. Pada 5 Januari 2026, ia resmi mengikuti serah terima jabatan sebagai Kapolres Metro Jakarta Pusat, dalam rangkaian mutasi pejabat di lingkungan Polda Metro Jaya. Ia menggantikan pejabat sebelumnya, Susatyo Purnomo Condro.
Sebagai Kapolres Metro Jakarta Pusat, Reynold menghadapi karakter wilayah yang berbeda dibanding sejumlah penugasan sebelumnya. Jakarta Pusat merupakan kawasan yang menjadi lokasi pusat pemerintahan, perkantoran, kegiatan diplomatik, kawasan bisnis, tempat ibadah, ruang publik, hingga berbagai agenda nasional dan internasional.
Dalam salah satu kegiatan sertijab Kapolsek pada Januari 2026, Reynold menekankan pentingnya respons cepat terhadap laporan masyarakat, pemahaman karakter wilayah, sinergi lintas sektor dan peningkatan kualitas pelayanan kepolisian.
Memperkuat Sinergi dan Pelayanan Publik
Dalam menjalankan tugasnya di Jakarta Pusat, Reynold juga menekankan koordinasi dengan berbagai institusi. Pada Agustus 2026, misalnya, ia menerima audiensi Bawaslu Jakarta Pusat dan menyampaikan kesiapan Polres Metro Jakarta Pusat untuk memperkuat koordinasi dalam menghadapi berbagai agenda kepemiluan.
Sementara dalam aspek keamanan lingkungan, jajaran Polres Metro Jakarta Pusat menjalankan patroli Blue Light bersama unsur Tiga Pilar untuk mengantisipasi berbagai gangguan keamanan seperti tawuran, pencurian, balap liar dan gangguan kamtibmas lainnya.
Dalam pengamanan kegiatan berskala besar, Polres Metro Jakarta Pusat juga terlibat dalam pengamanan eksekusi pengosongan kawasan eks Hotel Sultan yang melibatkan 3.161 personel gabungan TNI-Polri dan unsur terkait. Reynold menyampaikan bahwa personel ditempatkan berdasarkan tugas dan titik pengamanan masing-masing dengan pendekatan persuasif serta humanis.
Mengembangkan Penegakan Hukum Berbasis Koordinasi
Salah satu perhatian Reynold di Jakarta Pusat juga terlihat dalam penguatan koordinasi antarlembaga penegak hukum. Pada Mei 2026, Polres Metro Jakarta Pusat menggelar sosialisasi UU Nomor 20 Tahun 2025 tentang KUHAP kepada PPNS dari berbagai instansi, termasuk Dishub, BPOM, Imigrasi, Bea Cukai dan Satpol PP.
Dalam kegiatan tersebut, Reynold menekankan pentingnya kesamaan pemahaman antara penyidik Polri, PPNS dan jaksa dalam penerapan hukum acara pidana serta pentingnya koordinasi dan pengawasan dalam proses penegakan hukum.
Rekam Jejak Karier
Jika disusun secara kronologis berdasarkan informasi yang berhasil ditemukan, perjalanan karier Reynold dapat dirangkum sebagai berikut:
Periode Penugasan/Jabatan
2000 Lulus Akpol
Setelah Akpol Penugasan awal di wilayah Bandung, Jawa Barat
— Kasat Reskrim Polres Bandung Barat
— Kasat Reskrim Polres Kepulauan Seribu
2017 Kabag Ops Polres Metro Bekasi
2018 Koorspripim Polda Metro Jaya
2019 Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok
2020 Sekretaris Pribadi Kapolri
Setelah 2020 Wadirreskrimum Polda Metro Jaya
2021 Dirreskrimum Polda Lampung
2022 Penghargaan terkait restorative justice dan pengungkapan perkara
2025 Analis Kebijakan Madya Bidang Inafis Bareskrim dalam rangka Sespimti
Januari 2026 Kapolres Metro Jakarta Pusat
Beberapa tanggal pada jabatan awal belum saya temukan dalam sumber primer yang cukup kuat, sehingga tidak saya isi dengan tanggal pasti agar profil tidak memuat kronologi yang belum terverifikasi.
Jejak Pengabdian yang Menonjol
Dari berbagai sumber yang tersedia, beberapa bagian perjalanan tugas Reynold yang paling terdokumentasi adalah:
Pertama, pengalaman panjang di bidang reserse dan penyidikan, mulai dari Bandung, Kepulauan Seribu, Polda Metro Jaya hingga Lampung.
Kedua, keberhasilan jajaran Ditreskrimum Polda Lampung dalam penanganan perkara TPPO, yang kemudian mendapatkan penghargaan dari BP2MI.
Ketiga, penghargaan dari Kapolri terkait implementasi restorative justice di Ditreskrimum Polda Lampung.
Keempat, penghargaan dari ATR/BPN yang tercatat dalam laporan kinerja Polda Lampung terkait pengungkapan perkara mafia tanah.
Kelima, pengalaman sebagai Sekretaris Pribadi Kapolri, Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok, Wadirreskrimum Polda Metro Jaya dan Dirreskrimum Polda Lampung sebelum mendapat amanah memimpin Polres Metro Jakarta Pusat.
Sosok Akademisi dan Praktisi Kepolisian
Di luar penugasan struktural, Reynold juga tercatat sebagai penulis buku “Perbudakan Modern Anak Buah Kapal Ikan (ABKI) Asal Indonesia: Penanganan Tindak Pidana Perdagangan Orang dalam Perspektif Kepolisian”. Buku tersebut berkaitan dengan kajian penanganan tindak pidana perdagangan orang dari perspektif kepolisian.
Riwayat pendidikan hingga jenjang doktor serta pengalaman panjang dalam fungsi reserse membuat profil Reynold memiliki perpaduan antara pengalaman operasional, penegakan hukum, pendidikan akademik dan kepemimpinan organisasi.
Kapolres di Jantung Pemerintahan Nasional
Kini, sebagai Kapolres Metro Jakarta Pusat, Reynold menjalankan tugas di wilayah yang memiliki tingkat kompleksitas tinggi. Berbagai agenda kenegaraan, diplomatik, pemerintahan, ekonomi, keagamaan, kemasyarakatan dan kegiatan publik berlangsung di wilayah hukumnya.
Karena itu, penugasan tersebut tidak hanya menuntut kemampuan menjaga keamanan, tetapi juga koordinasi dengan TNI, pemerintah daerah, lembaga negara, instansi penegak hukum, penyelenggara kegiatan serta masyarakat.
Rekam jejak Reynold menunjukkan perjalanan seorang perwira yang sebagian besar kariernya berada pada fungsi reserse, penyidikan, kepemimpinan kewilayahan dan tugas strategis di lingkungan Polri. Dari pengalaman di Bandung, Polda Metro Jaya, Pelabuhan Tanjung Priok dan Lampung, perjalanan tersebut kini berlanjut di Polres Metro Jakarta Pusat.
>









