Jum’at, 8 Agustus 2025
Aceh Barat – Sekretaris Panglima Laot Kabupaten Aceh Barat, Nanda Ferdiansyah, menyampaikan klarifikasi sekaligus mengkritisi pernyataan salah satu pihak yang mengatasnamakan perwakilan nelayan terkait pengerukan Muara Krueng Cangkoi. Menurutnya, informasi yang beredar di tengah masyarakat perlu diluruskan agar tidak menimbulkan kesalahpahaman.
Nanda menegaskan, kegiatan pengerukan sedimen di Muara Krueng Cangkoi bukanlah proyek pemerintah, melainkan inisiatif murni Panglima Laot Aceh Barat yang dikerjakan secara swadaya menggunakan mesin penyedot lumpur/pasir. Ia menyebut, kegiatan ini dilakukan sebagai upaya cepat mengurangi pendangkalan agar kapal nelayan terhindar dari kandas saat melintasi muara.
“Pendanaan sepenuhnya berasal dari lembaga Panglima Laot tanpa melibatkan pemerintah daerah maupun perusahaan,” ungkap Nanda.
Namun, ia mengaku kecewa karena pekerjaan yang baru berjalan dua hari dan mendapat dukungan mayoritas nelayan ini terpaksa dihentikan sementara. Alasannya, terdapat pihak-pihak yang terus membangun opini negatif di ruang publik, baik terhadap Panglima Laot maupun Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Aceh Barat.
“Niat baik ini justru dipelintir seolah-olah pekerjaan tidak tepat sasaran dan tidak bermanfaat. Padahal tujuan kami jelas, membantu nelayan agar lebih aman melintas di muara,” pungkas Nanda.”***















