Tiga Orang Diamankan Terkait Dugaan Perusakan CCTV Saat Kericuhan Aksi di Depan Gedung DPR/MPR

JAKARTA — Investigasi Bhayangkara Indonesia — Polda Metro Jaya mengungkap perkembangan terbaru penyidikan kasus dugaan perusakan kamera pengawas atau CCTV milik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang terjadi saat kericuhan aksi penyampaian pendapat di kawasan Gedung DPR/MPR RI, Senayan, Jakarta, Kamis (27/8/2026).

Dalam perkembangan terbaru, penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya mengamankan tiga orang berinisial FR, MH, dan FM yang diduga memiliki keterlibatan dalam peristiwa tersebut.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol. Budi Hermanto mengatakan, pengamanan ketiga orang tersebut merupakan hasil pengembangan penyidikan terhadap perkara yang sebelumnya telah menetapkan sejumlah orang sebagai tersangka.

“Pengembangan terbaru, tiga orang kembali diamankan Ditreskrimum mulai dari tadi malam dan pagi hari ini,” kata Budi dalam konferensi pers di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (2/9/2026).

Diduga Memiliki Peran dalam Perusakan CCTV

Dengan adanya tambahan tiga orang yang diamankan, penyidik masih melakukan pemeriksaan dan pendalaman untuk mengetahui secara jelas peran masing-masing dalam dugaan perusakan fasilitas CCTV.

Budi menjelaskan, sebelumnya penyidik telah menetapkan 44 orang sebagai tersangka dalam perkara dugaan perusakan CCTV milik Pemprov DKI Jakarta.

Berdasarkan hasil pendalaman sementara, FR, MH, dan FM diduga memiliki peran dalam peristiwa perusakan yang terjadi di sekitar depan Gedung DPR/MPR RI.

“Berdasarkan pendalaman, ketiga orang yang baru diamankan memiliki peran di dalam perusakan yang terjadi di depan Gedung DPR-MPR RI,” ujar Budi.

Meski demikian, Polda Metro Jaya belum membeberkan secara rinci mengenai identitas maupun bentuk keterlibatan ketiganya. Penyidik masih melakukan pemeriksaan untuk memastikan konstruksi perkara serta peran masing-masing dalam rangkaian kejadian tersebut.

Penyidikan Masih Berjalan

Polda Metro Jaya memastikan proses penyidikan masih terus berlangsung. Polisi juga berkomitmen menyampaikan perkembangan perkara kepada masyarakat setelah proses pemeriksaan dan pendalaman memperoleh hasil yang lebih lengkap.

“Penyidik masih melakukan pendalaman saat ini, tentunya pasti akan selalu kami update kepada media dan masyarakat,” kata Budi.

Perkembangan tersebut menjadi bagian dari proses penyidikan Polda Metro Jaya untuk mengungkap secara menyeluruh dugaan perusakan fasilitas CCTV dalam rangkaian kericuhan aksi di kawasan DPR/MPR RI.

Investigasi Bhayangkara Indonesia akan terus mengikuti perkembangan kasus tersebut berdasarkan informasi dan keterangan resmi dari pihak kepolisian.

Sumber: Polda Metro Jaya
Redaksi — Investigasi Bhayangkara Indonesia
InvestigasiBhayangkara.com

IRJEN P SANDI

IRJEN P SANDI

IRJEN P[OL ANDRY WIBOWO

IRJEN P[OL ANDRY WIBOWO

IRJEN POL IWAN KURNIAWAN

IRJEN POL IWAN KURNIAWAN

IRJEN IWAN KURNIAWAN

IRJEN IWAN KURNIAWAN

Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko, S.I.K.,

Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko, S.I.K.,

A

A