investigasibhayangkara.com
Rabu, 8 Oktober 2025
Aceh Besar – Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga sekaligus Wakil Kepala BKKBN, Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka, menyoroti masih tingginya angka stunting di Provinsi Aceh dibandingkan dengan rata-rata nasional.
Menurut Isyana, berdasarkan data terakhir tahun 2024, prevalensi stunting secara nasional telah turun di bawah 20 persen. Namun, di Aceh angka tersebut masih mencapai 28,6 persen, menempatkan daerah ini di peringkat ketujuh tertinggi dari 38 provinsi. Meski demikian, angka itu menunjukkan perbaikan dibandingkan tahun 2023 yang mencapai 29,4 persen.
“Memang ada penurunan (angka stunting), tapi jika dibandingkan dengan rata-rata nasional masih cukup tinggi,” ujar Isyana saat mengunjungi keluarga berisiko stunting (KRS) dalam kegiatan Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting) di Gampong Siron Blang, Kecamatan Kuta Cot Glie, Kabupaten Aceh Besar, Selasa (7/10/2025).
Isyana menegaskan bahwa penanganan stunting di Aceh membutuhkan kolaborasi lintas sektor, melibatkan pemerintah daerah, dunia usaha, TNI-Polri, serta partisipasi aktif masyarakat. Menurutnya, sinergi yang kuat akan membuat intervensi penurunan stunting menjadi lebih efektif dan menyeluruh.
Dalam kunjungan tersebut, selain memperkuat pelaksanaan program Genting, Isyana juga menyoroti pentingnya perbaikan sanitasi dan ketersediaan air bersih bagi keluarga berisiko stunting. Salah satu bentuk nyata adalah kerja sama antara BKKBN dan Bank Syariah Indonesia (BSI) yang membangun fasilitas jamban bagi ibu hamil di Gampong Siron Blang.
“Pencegahan stunting tidak hanya soal pemenuhan gizi, tetapi juga lingkungan yang sehat, termasuk sanitasi layak dan air bersih,” jelas Isyana.
“Di rumah ibu Nur Laila, misalnya, belum ada jamban. Padahal beliau sedang hamil delapan bulan. Ini tentu menjadi perhatian, karena kebersihan lingkungan juga menentukan kesehatan ibu dan janin,” tambahnya.
Isyana berharap melalui program Genting dan dukungan semua pihak, Aceh dapat segera menurunkan angka stunting secara signifikan, demi mewujudkan generasi Aceh yang sehat, cerdas, dan bebas stunting.(***)









