KAPOLRI JENDERAL SUYUDI ARIO SETO SIAP EKSEKUSI 7 PROGRAM PRIORITAS 2026–2029

Tegas pada Kejahatan, Patuh pada Hukum; Perkuat Pelayanan Publik dan Kedekatan Polisi dengan Masyarakat

JAKARTA – Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto resmi menjabat sebagai Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) setelah dilantik Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta, Kamis (1/10/2026).

Memasuki kepemimpinan baru di tubuh Polri, Suyudi menyiapkan sejumlah agenda strategis untuk periode 2026–2029. Salah satu garis besar yang menjadi perhatian adalah pelaksanaan program prioritas yang mencakup pembenahan kelembagaan, sumber daya manusia, pelayanan publik, penegakan hukum, pengawasan, akuntabilitas anggaran, hingga transformasi digital.

Dalam keterangan pers seusai pelantikan, Suyudi mengatakan langkah awal kepemimpinannya akan dimulai dengan konsolidasi internal dan evaluasi terhadap berbagai program yang telah berjalan.

Program yang masih dinilai baik akan dilanjutkan, sementara hal-hal yang membutuhkan perbaikan akan menjadi bagian dari pembenahan Polri ke depan.

“Polisi Bersama Masyarakat” menjadi salah satu semangat yang ditekankan Suyudi. Ia menegaskan bahwa polisi harus hadir di tengah masyarakat serta mampu memberikan respons cepat terhadap persoalan keamanan dan ketertiban masyarakat.

TUJUH PROGRAM PRIORITAS 2026–2029

Agenda transformasi yang dipaparkan dalam periode kepemimpinan Suyudi mencakup sejumlah sektor utama.

  1. Penguatan Kelembagaan

Polri diarahkan memiliki struktur organisasi yang lebih efektif, lincah, dengan pembagian kewenangan yang jelas serta proses birokrasi yang lebih sederhana.

  1. Pembenahan Sumber Daya Manusia

Pembenahan SDM mencakup sistem rekrutmen, pendidikan, penempatan, pengembangan kompetensi, karier, hingga kesejahteraan personel. Meritokrasi dan integritas menjadi bagian penting dalam pengelolaan SDM Polri.

  1. Penguatan Pelayanan Publik

Pelayanan kepolisian diarahkan agar semakin mudah diakses, cepat, transparan, terukur, terintegrasi dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.

Suyudi menempatkan peningkatan pelayanan publik sebagai salah satu fokus utama pada awal kepemimpinannya.

  1. Penguatan Penegakan Hukum

Penanganan perkara diarahkan untuk mengedepankan profesionalitas, kepastian hukum, keadilan dan proses yang berbasis bukti.

Ukuran keberhasilan penegakan hukum tidak semata-mata pada jumlah perkara, tetapi juga kualitas penanganan perkara sesuai ketentuan hukum.

  1. Penguatan Pengawasan

Pengawasan internal maupun mekanisme pengaduan masyarakat akan diperkuat agar setiap persoalan memiliki mekanisme tindak lanjut dan pertanggungjawaban yang jelas.

  1. Akuntabilitas Anggaran

Pengelolaan anggaran Polri diarahkan tidak hanya berorientasi pada penyerapan anggaran, tetapi juga pada hasil dan manfaat yang dapat dirasakan masyarakat.

  1. Transformasi Digital

Pemanfaatan teknologi dan integrasi sistem digital menjadi bagian dari agenda modernisasi Polri untuk mendukung pelayanan publik, pengelolaan data serta pelaksanaan tugas kepolisian.

LIMA KEJAHATAN MENJADI PERHATIAN

Selain pembenahan internal, Suyudi juga menyampaikan sejumlah persoalan kriminal yang menjadi perhatian dalam pelaksanaan tugas Polri.

Lima isu yang mendapat perhatian antara lain narkotika, judi daring, korupsi, penyelundupan dan premanisme. Pemberantasan terhadap berbagai bentuk kejahatan tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga keamanan sekaligus menjawab keresahan masyarakat.

Suyudi menegaskan bahwa sebelum menentukan langkah lebih jauh, dirinya akan melakukan pemetaan persoalan di lingkungan internal Polri. Langkah tersebut dilakukan untuk menentukan masalah yang perlu segera ditangani dan menyusun prioritas kerja dalam kerangka pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat.

POLISI HADIR DI TENGAH MASYARAKAT

Kedekatan dengan masyarakat menjadi salah satu pesan utama yang disampaikan Suyudi setelah dilantik.

Menurutnya, polisi harus berada di tengah masyarakat dan memberikan jawaban secara cepat terhadap berbagai persoalan yang berkaitan dengan keamanan dan ketertiban.

Arah tersebut menjadi bagian dari visi kerja “Polisi Bersama Masyarakat”, yang menempatkan pelayanan dan hubungan langsung dengan masyarakat sebagai salah satu perhatian dalam pelaksanaan tugas kepolisian.

Dengan dimulainya kepemimpinan Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto, pelaksanaan agenda 2026–2029 akan menjadi periode penting bagi pembenahan organisasi, peningkatan kualitas pelayanan, penguatan penegakan hukum serta modernisasi Polri.

Pelaksanaan program tersebut selanjutnya akan terlihat melalui kebijakan, langkah institusional, dan implementasi di lapangan selama masa kepemimpinannya.

(Redaksi Investigasibhayangkara.com)

IRJEN P SANDI

IRJEN P SANDI

IRJEN P[OL ANDRY WIBOWO

IRJEN P[OL ANDRY WIBOWO

IRJEN POL IWAN KURNIAWAN

IRJEN POL IWAN KURNIAWAN

IRJEN IWAN KURNIAWAN

IRJEN IWAN KURNIAWAN

Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko, S.I.K.,

Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko, S.I.K.,

A

A