Semarang – Debat publik pertama pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Tengah untuk Pilkada 2024 digelar di gedung Marina Convention Center (MCC), Kota Semarang, Rabu (30/10/2024).
Pasangan calon Gubernur nomer urut 1, Andika Perkasa yang didampingi calon wakil Gubernur Hendrar Prihadi, dan calon Gubernur nomer urut 2, Muhamad Lutfi yang di dampingi calon wakil Gubernur Gus Yasin sudah menempati podium
Debat ini menjadi ajang penting bagi masyarakat Jawa Tengah untuk mengenal lebih dalam komitmen serta pandangan para kandidat mengenai tata kelola pemerintahan, kepemimpinan, dan reformasi birokrasi. Tema yang diusung dalam debat ini adalah “Menuju Jawa Tengah dengan Pelayanan Publik yang Transparan dan Akuntabel”, sejalan dengan visi untuk menghadirkan pemerintahan yang bersih, efektif, dan responsif bagi seluruh masyarakat.
Di sesi pertama, setiap pasangan calon diberikan kesempatan untuk menyampaikan visi dan misi mereka dalam memimpin Jawa Tengah ke depan. Masing-masing pasangan menjabarkan arah kebijakan dan program prioritas yang akan mereka lakukan jika terpilih sebagai pemimpin Jawa Tengah. Visi yang diangkat beragam, namun memiliki kesamaan dalam mengedepankan pelayanan publik yang lebih transparan serta pemberdayaan masyarakat melalui reformasi birokrasi.
Salah satu pasangan calon menggarisbawahi pentingnya perbaikan sistem pelayanan publik yang berbasis digital. Mereka menilai bahwa keterbukaan informasi dan kemudahan akses terhadap layanan publik harus didukung oleh teknologi yang memadai. “Kami akan memprioritaskan digitalisasi layanan publik agar masyarakat tidak perlu lagi mengalami kerumitan birokrasi yang panjang. Melalui teknologi, kami bisa menciptakan tata kelola pemerintahan yang efisien dan ramah bagi masyarakat,” ungkap salah satu calon Gubernur dalam paparannya.
Sementara itu, pasangan calon lainnya menekankan pentingnya membangun sinergi antara pemerintah daerah dan masyarakat dalam menjalankan pemerintahan yang bersih dan akuntabel. Mereka juga menyoroti reformasi birokrasi sebagai kunci utama dalam menciptakan pemerintahan yang bebas dari korupsi. “Kami berkomitmen untuk membersihkan birokrasi dari praktik korupsi dan nepotisme. Reformasi birokrasi bukan sekadar slogan, tetapi langkah nyata untuk memberikan kepercayaan kepada masyarakat bahwa pemerintah benar-benar bekerja untuk kepentingan mereka,” kata calon Gubernur lainnya.
Pada sesi kedua, moderator memberikan beberapa pertanyaan yang menguji pemahaman serta kesiapan para calon dalam menghadapi isu-isu pemerintahan dan pelayanan publik. Pertanyaan tersebut mencakup berbagai aspek, seperti strategi dalam memperbaiki pelayanan publik, meningkatkan transparansi anggaran, hingga upaya memperkuat partisipasi masyarakat dalam pengambilan keputusan.
Para kandidat merespons pertanyaan ini dengan memberikan gagasan yang solutif. Salah satu pasangan calon mengusulkan adanya pengawasan ketat terhadap pengelolaan anggaran daerah melalui pelibatan masyarakat. Menurut mereka, partisipasi publik dalam pengawasan anggaran akan meningkatkan akuntabilitas dan mencegah terjadinya penyelewengan. “Kami ingin masyarakat menjadi bagian dari pengawasan pemerintah. Dengan demikian, anggaran yang ada benar-benar bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujar salah satu calon Wakil Gubernur.
Debat publik perdana ini diharapkan dapat membantu masyarakat Jawa Tengah dalam mengenali karakter dan visi-misi para kandidat secara lebih mendalam. Antusiasme warga pun tampak tinggi, baik dari yang hadir langsung maupun yang menyaksikan melalui siaran langsung televisi. Ajang debat ini menjadi langkah awal yang penting bagi para calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Tengah untuk menunjukkan kapasitas, integritas, dan komitmen mereka dalam memimpin provinsi ini ke arah yang lebih baik.
Dengan terselenggaranya debat ini, diharapkan masyarakat Jawa Tengah dapat lebih kritis dan bijak dalam menentukan pilihan mereka pada Pilkada 2024.
Hardi















