Tiakur, investigasibhayangkara.com — Ketua DPD I Partai Golkar Provinsi Maluku, Umar Ali Lessy, menekankan pentingnya kebersamaan, konsolidasi organisasi, dan kerja nyata bagi masyarakat dalam sambutannya pada Musyawarah Daerah (Musda) IV DPD II Partai Golkar Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD) Tahun 2026, Kamis (17/9/2026).
Dalam sambutannya, Umar menyampaikan bahwa sejarah Partai Golkar tidak lahir dari kehampaan, melainkan tumbuh melalui proses perjuangan, menghadapi berbagai tantangan zaman, dan ditempa oleh ketekunan.
Menurutnya, sejak kelahirannya pada 1964, Golkar menjadi wadah berhimpunnya berbagai kekuatan sosial dengan tujuan untuk mengabdi kepada Indonesia.
“Golkar bukan sekadar organisasi politik. Ia adalah gerakan karya. Kita tidak dibesarkan oleh retorika, tetapi oleh kerja nyata. Kita tidak berdiri karena sorak-sorai, tetapi karena kepercayaan rakyat,” demikian pesan yang disampaikan dalam sambutannya.
Umar juga mengajak seluruh kader untuk menjadikan kerja nyata dan pengabdian kepada masyarakat sebagai bagian penting dari keberadaan Partai Golkar.
Di tengah kondisi dunia yang penuh ketidakpastian, mulai dari ketegangan geopolitik, perlambatan ekonomi global hingga perubahan teknologi, ia menilai Indonesia harus tetap berdiri tenang namun siaga, serta kuat sekaligus mampu beradaptasi menghadapi perubahan.
Dalam konteks tersebut, Golkar disebut memiliki peran dalam menjaga ketahanan dan mendukung arah pembangunan nasional. Ia juga menyinggung pentingnya diplomasi dan komunikasi strategis dengan berbagai mitra dalam menghadapi tantangan, termasuk persoalan ketahanan energi nasional.
Umar turut menekankan bahwa kekuatan partai tidak hanya ditentukan oleh struktur organisasi, tetapi juga oleh kedekatan kader dengan masyarakat.
“Jika kita ingin melangkah lebih jauh, maka kita harus memperkuat akar. Konsolidasi organisasi harus menyentuh hingga ke desa-desa. Kaderisasi harus melahirkan figur-figur yang dekat dengan rakyat,” pesannya.
Ia menambahkan, keberadaan kader Golkar harus dapat dirasakan masyarakat bukan hanya ketika momentum pemilu berlangsung, tetapi dalam kehidupan masyarakat sehari-hari.
“Karena kemenangan sejati bukan sekadar jumlah kursi, tetapi besarnya kepercayaan rakyat,” lanjutnya.
Perkuat Nilai Kalwedo
Dalam sambutannya, Umar juga mengangkat filosofi hidup masyarakat MBD, yakni Kalwedo, sebagai nilai yang relevan dalam memperkuat kebersamaan dan persatuan.
Kalwedo dipandang sebagai nilai yang mengajarkan masyarakat untuk hidup rukun, saling menghormati, serta berdampingan dalam keberagaman dengan semangat saling membantu dan tolong-menolong.
Menurutnya, nilai tersebut sejalan dengan semangat Partai Golkar bahwa kekuasaan dan politik harus berjalan beriringan dengan pengabdian kepada masyarakat.
Selain Kalwedo, ia juga menyinggung sejumlah kearifan lokal di wilayah MBD, termasuk tradisi Limuk Limor Kweunun Kweamam di Pulau Masela yang mencerminkan semangat kebersamaan.
Tradisi gotong royong seperti Poliwu Moa maupun Roson di Pulau Kisar juga disebut sebagai bagian dari kekayaan sosial masyarakat MBD yang mengajarkan bahwa persoalan besar tidak dapat diselesaikan seorang diri.
Menutup sambutannya, Umar mengajak seluruh kader Partai Golkar untuk merapikan barisan, memperkuat persatuan, dan meneguhkan langkah organisasi.
“Mari kita rapikan barisan, perkuat persatuan, dan teguhkan langkah. Jadikan Golkar sebagai rumah yang hangat bagi rakyat, sekaligus kekuatan yang bekerja tanpa lelah,” pesannya.
Musda IV DPD II Partai Golkar Kabupaten MBD selanjutnya menjadi momentum konsolidasi organisasi, evaluasi perjalanan kepartaian, serta memperkuat komitmen kader untuk terus hadir dan bekerja bagi masyarakat.
“Golkar bangkit, berkarya untuk kemajuan bangsa” . (JQ27)









