investigasibhayangkara.com
LANDAK – Cuaca kemarau yang berkepanjangan menjadi perhatian serius bagi jajaran Kepolisian Resor (Polres) Landak. Sebagai bentuk ikhtiar spiritual sekaligus langkah antisipatif terhadap potensi bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla), seluruh personel Polres Landak menggelar doa bersama lintas agama pada Rabu (26/8/2026).
Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 08.00 WIB ini dipusatkan di dua lokasi berbeda guna mengakomodasi umat beragama di lingkungan kepolisian. Personel yang beragama Islam melaksanakan doa di Lapangan Apel Polres Landak, dipimpin oleh Ustaz Deni Supriyanto, S.Ag. Sementara itu, personel Nasrani (Katolik dan Kristen) berkumpul di Gereja Santo Ignatius Loyola Polres Landak, dengan pemimpin ibadah Lodovika Evik, S.Ag (Penyuluh Agama Katolik) dan Pdt. Johan, S.Th (Pendeta Kristen).
Kapolres Landak, AKBP Devi Ariantari, S.H., S.I.K, turut hadir bersama para Pejabat Utama (PJU) Polres dan seluruh personel yang beragama Islam. Dalam kegiatan di gereja, tampak pula kehadiran PJU serta personel Nasrani. Tidak hanya melibatkan internal kepolisian, kegiatan ini juga diikuti oleh 24 orang santriwan dan santriwati dari Pondok Pesantren Nurul Islam Ngabang.
Kapolres Landak menyampaikan bahwa doa bersama ini merupakan wujud kepedulian dan ikhtiar lahir batin dalam menghadapi musim kemarau. “Kami berharap melalui doa ini, Allah SWT dan Tuhan Yang Maha Esa segera menurunkan hujan di wilayah Kabupaten Landak, sekaligus memberikan perlindungan kepada kita semua dari ancaman bencana karhutla,” ujarnya.
Doa bersama ini juga menjadi momentum untuk memperkuat solidaritas dan sinergitas antar umat beragama di jajaran Polres Landak dalam menghadapi situasi darurat kebencanaan. Seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan khidmat, aman, dan terkendali hingga selesai pada pukul 08.40 WIB.
(Hum Res Ldk/44N)
Red: talino









