Kamis, 26 Juni 2025
Investigasibhayangkara.com|| Aceh Barat -Dalam rangka meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi situasi darurat di lingkungan objek vital nasional, Pertamina Patra Niaga Fuel Terminal Meulaboh bersama Polri dan instansi terkait menggelar simulasi penanganan keadaan darurat Level 0, Rabu (25/6/2025). Kegiatan ini dilaksanakan mulai pukul 09.00 WIB dengan empat skenario utama: unjuk rasa, gempa bumi, kebakaran, dan kecelakaan kerja.
Kapolres Aceh Barat AKBP Yhogi Hadisetiawan, SIK, MIK, melalui kapolsek johan pahlawan akp irfan Ismail, SAB, memimpin langsung unsur pengamanan dalam kegiatan tersebut, dalam keterangannya, AKP irfan menegaskan bahwa keterlibatan Polri dalam kegiatan ini merupakan bentuk tanggung jawab kepolisian dalam menjamin keamanan strategis dikawasan industri.
Simulasi ini bukan sekedar latihan teknis, namun juga menguji senergi dan kecepatan respon lintas sektor. Polri berkomitmen hadir digaris depan untuk menjamin keamanan dan keselamatan masyarakat serta aset negara,”Akp irfan.
Skenario dimulai dengan simulasi aksi untuk unjuk rasa yang ditangani secara persuasif oleh personal polsek johan pahlawan, formasi pengamanan dibentuk didepan gerbang pertamina, sementara tim pengamanan internal pertamina mengawar di area dalam. Tidak lama berselang, skenario Gempa bumi dan kebakaran dijalan secara berurutan, Tim Gabungan dari BPBD, Pertamina,dan personel kepolisian langsung berkoordinasi melakukan evaluasi dan pemadaman, personel Tni mengamankan perimeter dan memastikan jalur akses tetap steril.
Dalam simulasi kecelakaan kerja, dua “korban” Berhasil di evaluasi oleh tim medis RSUD Cut Nyak Dhien yang didukung oleh Dokkes Polres Aceh Barat. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung di bawah sistem kendali bersama (incident command system), dengan posko komando yang mengintegrasikan unsur polri, pertamina, dan Mitra penanggulangan lainnya.
Perwakilan manajemen pertamina menyampaikan apresiasi tinggi atas keterlibatan polri dengan kegiatan ini,”peran kepolisian sangat penting, tidak hanya dalam pengamanan, tetapi juga didalam pengambilan keputusan, dilapangan,”ungkapnya
Sementara itu, Kapolres Aceh Barat melalui Kapolsek menekankan pentingnya latihan terpadu semacam ini untuk memperkuat budaya keselamatan kerja dan kesiapsiagaan menghadapi segala kemungkinan darurat, kususnya dilingkungan objek vital nasional seperti terminal BBM.
Simulasi yang berlangsung hingga pukul 11.30 WIB ini berjalan lancar dan dinilai berhasil, kolaborasi antara pertami, Polri, TNI, BPBD, dan tim medis menjadi bukti nyata bahwa penanganan krisis memerlukan kerja sama lintas sektor yang solid dan terorganisir.*









